Apa Itu Hypnowriting?

Apa itu hypnowriting? Sederhana, hypnowriting adalah bagaimana kita membuat tulisan yang menghipnotis. Oya, jangan bayangkan menghipnotis itu membuat orang tertidur atau membuat mereka mau melakukan apapun yang kita inginkan. Seperti kata Joe Vitale, tulisan yang menghipnotis artinya tulisan yang menarik. Sehingga orang fokus dan terus membaca apa yang kita tuliskan.

Pernah membaca tulisan promosi yang membuat kita penasaran sehingga tidak bisa berhenti membacanya?

Pernah membaca tulisan promosi yang seakan-akan mengetahui apa yang kita pikirkan sehingga membuat kita mengangguk-angguk dengan isinya?

Pernah membaca tulisan promosi yang sangat mengalir sehingga kita akhirnya tergoda untuk membelinya sekarang juga?

Tulisan promosi seperti inilah yang saya sebut dengan tulisan yang menghipnotis. Sebagai seorang pebisnis, seperti Anda, apa yang akan terjadi bila Anda mampu membuat tulisan yang menghipnotis? Apa efeknya pada rekening Anda bila Anda bisa membuat tulisan yang membuat orang terpicu untuk membeli apa yang Anda tuliskan? Asik banget kan?

Pertanyaannya, bagaimana cara membuat tulisan yang seperti itu? Apakah semua orang bisa membuat tulisan yang menghipnotis seperti itu? Saya jawab, ya tentu saja bisa. Apa yang Anda perlukan adalah rumus, formula, atau resep. Sehingga Anda cukup mengikutinya satu per satu untuk menghasilkan tulisan yang menghipnotis.

Namun, sebelum sampai sana, kita sepakati definisi hipnotis terlebih dulu ya. Banyak orang saat mendengar kata hypnosis (atau hipnotis) mendadak ketakutan. Tidak bisa disalahkan, karena memang banyak sekali mitos dan kesalahpahaman yang tersebar terkait ilmu ini. Saya tidak akan bahas banyak tentang mitos seputar hipnotis ini. Saya lebih tertarik membahas dari definisi resminya.

Berikut definisi hypnosis menurut ilmu psikologi[1]:

Hypnosis is a state of highly focused attention or concentration, often associated with relaxation, and heightened suggestibility.

Hypnosis adalah keadaan saat perhatian seseorang sangat terfokus, seringkali diiringi dengan keadaan rileksasi dan meningkatnya kemampuan menerima saran.

Sementara itu Dave Elman, salah seorang hypnotherapist legendaris mendefinisikan hypnosis sebagai berikut[2]:

Hypnosis is a state of mind in which the critical faculty of the human is bypassed, and selective thinking established.

Hypnosis adalah keadaan pikiran ketika pikiran kritis ditembus dan sebuah pemikiran diterima.

Jadi, bahasa mudahnya hypnosis adalah proses diterimanya sebuah ide di dalam pikiran secara ikhlas; tanpa dikritisi (dibantah). Misalnya, ketika ada teman kita berkata: “kamu pintar” lalu kita menerima ide bahwa kita pintar, artinya kita sedang terhipnotis oleh dia. Tak heran Richard Bandler (penemu NLP) mengatakan “Semua komunikasi yang efektif adalah hypnosis”

Tantangannya, memasukkan ide ke dalam pikiran tidaklah mudah. Mengapa? Karena manusia memiliki FILTER KRITIS yang berfungsi mengkritisi semua informasi yang masuk melalui inderanya. Alarm dari filter kritis inilah yang berbunyi ketika orang lain “menjuali” kita.

Kita berpikir:

“ah, namanya juga jualan”
“masa sih?”
“nggak mungkin kayaknya’
“mahal…”

Bila pikiran kritis seperti ini muncul, maka informasi tidak akan bisa diterima dan diserap secara utuh. Efeknya, orang akhirnya tidak tertarik dengan penawaran kita. Orang tidak membeli penawaran kita.

Lain cerita bila kita bisa menembus/melewati filter kritisnya, orang akan berpikir:

“ya, ya, ya…”
“wah, bener juga”
“wiiii…menarik..”

Akhirnya mereka pun mengikuti saran kita dan bersedia membeli apa yang kita tawarkan.

Nah, metode hypnowriting bertujuan membuat tulisan yang bisa menembus filter kritis pembacanya. Sehingga mereka menerima informasi yang kita sampaikan tanpa dikritisi. Bukan untuk menghilangkan kemampuan berpikir kritis mereka, namun untuk membantu mereka menyerap informasi yang kita sampaikan secara utuh.

Sampai sini bisa dipahami? Nah, seperti apa contohnya? Silakan menuju artikel Tiga Jurus Hypnowriting untuk Anda di link ini.

[1] https://www.psychologytoday.com/blog/think-well/201301/the-truth-about-hypnosis
[2] https://www.ukhypnosis.com/definitions-hypnosis-important-organisations-famous-hypnotherapists/

Membedah Buku Hypnowriting

Buku Hypnowriting yang saya tulis ini merupakan catatan belajar dan berlatih saya selama ini tentang NLP, hypnosis, psikologi, bahasa dan copywriting. Hasilnya mirip sebuah ensiklopedia teknik. Berisi konsep dasar, puluhan pola serta beberapa studi kasus penerapan konsep dan pola-pola tersebut.

Saya membagi isi buku ini menjadi lima bagian.

Bagian pertama membahas hypnosis dan psikologi pengaruh. Di sini dibahas cara kerja pikiran kita seperti apa dan bagaimana memengaruhinya. Dibedah pula kekuatan persepsi dalam memengaruhi perilaku seseorang. Tidak lupa, saya lampirkan emosi-emosi yang memicu pembelian.

Bagian kedua membahas tentang dasar-dasar copywriting. Mengungkap rahasia para copywriter hebat dalam merancang penawaran yang sulit ditolak. Di bagian ini saya juga membagikan tujuh formula siap pakai untuk membuat copywriting yang mengalir.

Bagian ketiga membahas tentang hypnotic copywriting. Semacam prosedur untuk merangkai kalimat yang menghipnotis. Saya memodifikasi langkah-langkah Conversational Hypnosis-nya Igor Ledochowski dalam bentuk tulisan.

Bagian keempat membahas tentang Hypnotic Language Patterns – Pola-pola bahasa yang bisa kita gunakan untuk menyusupkan ide secara tersamar melalui tulisan. Ada 20-an pola utama yang dibahas di sini.

Bagian terakhir membahas tentang Hypnotic Writing. Bagaimana menghipnotis diri kita agar mampu menulis. Dalam bagian ini saya juga banyak membahas tips dan trik tentang menulis. Termasuk bagaimana agar kita lebih kreatif dan nggak gampang mentok saat menuliskan sesuatu.

Beberapa orang bertanya: apa bedanya dengan buku Hypnotic Writing-nya Joe Vitale? Wah, kalau beliau ini mbah-nya. Buku saya nggak ada apa-apanya dibandingkan buku beliau. Kayaknya kejauhan kalau dibandingkan. Jujur, buku beliau ini merupakan inspirasi awal dari buku yang saya tulis. Namun, seperti yang saya sebut di awal, sebagian besar isinya merupakan catatan belajar dan berlatih saya selama ini. Mungkin bagi yang sudah baca buku Joe Vitale akan melihat perbedaan mendasar, terutama dari sisi struktur kontennya.

Kurang lebih seperti itu. Sudah pre order kan? Kalau belum silakan meluncur ke hypnowriting.co

Menulis Tanpa Hambatan dengan Hypnowriting

Dalam dunia kepenulisan, ada istilah yang dikenal dengan “writing block.” Makhluk apakah itu? Writing block adalah sebuah hambatan mental untuk menulis. Keadaan saat kita stuck tidak kepikiran mau menuliskan apa. Hal ini lumrah dialami oleh siapa saja yang terlibat dalam tulis menulis. Entah ketika Anda menulis artikel atau menulis copywriting untuk mempromosikan produk Anda.

Biasanya situasinya seperti ini. Anda buka laptop, mulai menyentuhkan jari-jari Anda di keypad, berniat untuk menuliskan sesuatu tapi tiba-tiba blank! Pikiran Anda tiba-tiba kosong, otak Anda seakan-akan beku. Mirip seperti lidah yang kelu sulit mengucapkan apapun, tangan Anda pun kelu sulit menuliskan apapun.

Bila situasi seperti ini terjadi, apa yang perlu kita lakukan? Saya akan membedahnya dari sudut pandang Hypnowriting.

Pertama, akses pikiran kreatif Anda. Menulis, mengarang, dan mencipta adalah aktivitas yang muncul dari pikiran kreatif (bawah sadar; unconscious) kita. Pikiran bawah sadar akan dapat diakses bila kita masuk ke dalam kondisi rileks – tanpa beban. Caranya bagaimana? Duduk dengan nyaman, pejakan mata, kendurkan otot bahu Anda, tarik nafas yang panjang dan hembuskan perlahan-lahan. Lakukan ritual ini selama 1-2 menit dan pikiran kreatif Anda siap membantu Anda.

Kedua, fokuslah menulis tanpa gangguan sedikitpun. Matikan semua notifikasi di laptop dan handphone Anda. Kondisikan orang di sekitar Anda. Berkomitmenlah menulis tanpa gangguan minimal selama 25 menit. Bila pikiran Anda melayang terlintas sesuatu, tuliskan lintasan pikiran tersebut di catatan terpisah, lalu kembalilah fokus ke tulisan Anda.

Ketiga, jangan campurkan kegiatan mengkreasi tulisan dengan mengeditnya. Pada saat menulis, tulislah sebanyak-banyaknya tanpa perlu memikirkan benar atau salah, bagus atau jelek, menarik atau tidak. Fokuslah ke kuantitas. Menulis adalah kegiatan yang muncul dari pikiran kreatif sementara mengedit adalah kegiatan yang muncul dari pikiran kritis (sadar; conscious). Kita tidak dapat menggabungkannya dalam satu kegiatan bersamaan.

Keempat, jika Anda mentok tuliskan apapun yang terpikir saat Anda mentok. Misalnya: Duh, saya bingung mau nulis apa lagi ya? Kok nggak kepikiran nulis apa? Nanti kalau orang bilang tulisan saya jelek bagaimana? dan seterusnya. Tuliskan apapun yang muncul, karena sesungguhnya pikiran tidak pernah kosong, ia hanya terisi oleh hal-hal lain. Tuliskan saja, Anda bisa mengeditnya nanti.

Inilah empat tips menulis tanpa hambatan ala Hypnowriting, semoga bermanfaat.

P.S. Hypnowriting memiliki dua makna. Pertama, Hypnotic Writing. Kedua, Hypnotic Copywriting. Dalam artikel ini, saya menggunakan makna yang pertama.