The Millionaire Next Door (2)

Ciri Pertama Milyuner: Mereka hidup jauh di bawah kemampuan mereka. 

Bersikap hemat adalah landasan untuk menghimpun kekayaan. Lawan dari sikap hemat adalah boros. Boros kami definisikan sebagai gaya hidup yang ditandai oleh pengeluaran berlebih-lebihan dan hiper-konsumsi.Berlawanan dengan anggapan umum bahwa orang kaya (baca: milyuner) seharusnya memiliki dan menggunakan barang-barang mewah, hasil penelitian The Millionaire Next Door menunjukkan bahwa para jutawan justru hanya memiliki dan menggunakan barang-barang yang biasa-biasa saja. Mereka tinggal di pemukiman umum bukan di kompleks perumahan elit. Mereka membeli kendaraan, setelan, sepatu dan arloji yang tidak mahal. Sayangnya, banyak orang menilai orang lain dari pilihan mereka dalam berbelanja (merek pakaian, arloji, kendaraan dll). Mereka menganggap bahwa orang yang tidak menunjukkan kepemilikan materi yang berlimpah-limpah berarti tidak kaya. Orang yang tidak suka pamer berarti bermutu rendah. Prinsip mereka: ”Orang bekerja untuk belanja, kalau kamu perlu belanja lebih besar, kamu perlu penghasilan lebih besar.” Padahal mengalokasikan waktu dan uang untuk mengejar penampilan yang superior (yang ”wah”) sering memberikan hasil yang dapat diperkirakan yaitu: pencapaian ekonomi yang rendah.
the-millionaire-next-door

Kekayaan berbeda dengan pendapatan. Dari hasil survey Stanley-danko ditemukan bahwa tidak setiap orang yang berpendapatan tinggi memiliki kekayaan yang tinggi pula. Untuk menjadi jutawan, selain memiliki penghasilan yang signifikan (meski tak harus tinggi), Anda juga harus berhemat, berhemat, dan berhemat. Merencanakan dan mengendalikan konsumsi merupakan faktor kunci yang mendasari akumulasi kekayaan.

Intinya para jutawan rata-rata menyusun anggaran tahunan dan mengendalikan pengeluaran, minimal dengan empat cara:

  • Memiliki anggaran tahunan;
  • Mengetahui dengan persis berapa jumlah belanja tahunan untuk sandang, pangan, dan papan;
  • Mempunyai sasaran harian, mingguan, bulanan, tahunan, dan seumur hidup yang ditetapkan dengan jelas;
  • Menyisihkan banyak waktu untuk merencanakan keuangan masa depan.

Jadi, berapapun penghasilan Anda, hiduplah selalu di bawah kemampuan Anda.

~ Arsip, Juni 2006

The Millionaire Next Door (1)

Berapa jumlah kekayaan bersih Anda hari ini? 
Stanley dan Danko dalam bukunya The Millionaire Next Door menyebutkan, jika hari ini Anda berpenghasilan sebesar 2 juta per bulan, Pada umur 45 tahun nanti Anda seharusnya memiliki kekayaan bersih sebesar 100 juta rupiah (sepersepuluh umur dikalikan jumlah penghasilan tahunan).

the-millionaire-next-door

Namun, jika Anda seperti sebagian besar orang di negeri ini, jumlah kekayaan Anda di umur 45 tahun nanti jauh dari nilai tersebut. Mungkin kekayaan bersih Anda hanya 20 juta, 10 juta, 5 juta, atau bahkan minus 3 juta. Demikianlah, uang jika tak pandai memegangnya akan terbang ke luar sangkar. Ini benar-benar kabar buruk – hasil kerja sepanjang hidup Anda tidak menyisakan sedikit uang pun untuk Anda di masa tua. Apa sebabnya? Apakah besar penghasilan Anda kurang? Jika memang demikian, apakah ada jaminan kalau Anda mendapatkan santunan 1 milyar rupiah hari ini uang itu akan belipat ganda di hari tua Anda? Atau minimal tidak berkurang di hari tua Anda?

Banyak orang berpikir bahwa uang yang lebih banyak akan menyelesaikan masalah hidupnya. Uang yang lebih banyak itu jarang sekali memecahkan masalah. Ada pepatah yang berulang-ulang dikatakan teman saya kepada orang-orang yang berhutang: kalau Anda temukan bahwa Anda terjerumus dalam lubang yang Anda gali, berhentilah menggali.

Ada banyak fakta yang cukup menarik dari hasil penelitian Thomas J. Stanley dan William D. Danko selama 20 tahun terhadap para milioner di Amerika:

  • Kekayaan tidak selalu berbanding lurus dengan penghasilan.
  • Sebagian besar orang yang tinggal di rumah mahal dan mengendarai mobil mewah sebenarnya kekayaannya tidak seberapa.
  • Sebagian besar orang yang memiliki banyak harta (millioner) tinggal di kawasan pemukiman biasa (baca: tidak tinggal di kawasan kelas atas).

Penelitian ini menarik karena Stanley & Danko menemukan siapa yang sebenarnya termasuk orang kaya dan siapa yang tidak. Dan, yang paling penting, mereka menemukan strategi bagaimana orang biasa bisa menjadi kaya. Stanley & Danko mendefinisikan orang kaya sebagai orang yang memiliki kekayaan bersih 1 juta dolar (US $) atau lebih. Secara normal seharusnya Anda memiliki kekayaan bersih sebesar usia Anda dikalikan jumlah penghasilan tahunan dibagi dengan sepuluh. Dari penelitian mereka tersimpulkan 7 ciri khas utama para milioner di Amerika. Kita akan membahasnya di artikel-artikel berikutnya insya Allah.

~arsip, Juni 2006
Artikel lanjutan, klik di sini.