Menumbuhkan Bisnis Impian Anda

 

 

 

 

“Berbisnis bukanlah sekedar tentang menghasilkan uang, berbisnis adalah tentang aktualisasi siapa diri Anda.”

~ Gede Rake (dosen kewirausahaan saya dulu waktu di ITB)

 

 

 

Setiap orang pasti menyimpan sebuah hasrat di dalam hatinya untuk melakukan sesuatu yang benar-benar ia ingin lakukan. Namun, banyak orang yang mengubur mimpinya ketika mereka terpaksa bekerja untuk orang lain. Maka, berbisnis mungkin adalah salah satu sarana untuk mewujudkan hasrat Anda. Hasrat yang selama ini Anda impi-impikan.

Buku “The Startup Garden” secara lugas membahas tentang bagaimana kita membangun bisnis dari apa yang kita cintai. Sang penulis, Tom Ehrenfeld, menggambarkan berbisnis itu seperti berkebun. Seseorang yang tidak suka berkebun, pasti berbeda perlakuan terhadap kebunnya dibandingkan dengan seseorang yang mencintai kebunnya. Demikian juga dalam berbisnis, kita harus benar-benar mencintai bisnis kita. Bisnis yang dibangun dengan niat semata-mata agar menjadi kaya, hampir dipastikan gagal dalam pewujudannya. Niat atau misi bisnis yang sukses pasti tidak sekedar hanya untuk menghasilkan laba tetapi juga menciptakan nilai bagi pelanggannya.

Berikut 7 Tahap yang disarankan oleh Tom Ehrenfeld untuk menumbuhkembangkan bisnis yang sukses.

  • Tahap 1: “Temukan Panggilan Jiwa Anda”

Bisnis adalah kepanjangan tangan dari siapa Anda dan apa yang sedang Anda pelajari serta apa yang ingin Anda capai. Maka, Anda perlu mengenali dan mengoptimalkan hasrat, kecakapan, sumber daya, dan peluang yang Anda miliki.

  • Tahap 2: “Merencanakan Sambil Belajar, Belajar Sambil Berbuat.” 

Setelah Anda menemukan bisnis apa yang akan Anda bangun, kini saatnya Anda memulai bisnis Anda. Diawali dengan membuat rencana bisnis sederhana yang mendefinisikan tentang: apa produk/jasa Anda, siapa pelanggan ideal Anda, bagaimana perhitungan keuangannya, dan kira-kira seperti apa struktur bisnis ini nantinya. Tak perlu menunggu rencana ini sempurna. Anda bisa merencanakan sambil menjalankan bisnisnya.

  • Tahap 3: “Memahami Angka-Angka” 

Cepat atau lambat, seorang pemilik bisnis harus belajar membaca angka-angka. Terutama angka-angka dalam laporan keuangan: laporan rugi/laba, neraca, dan arus kas. Memperhatikan angka-angka dengan tepat dapat membantu Anda untuk mengambil keputusan yang tepat dalam bisnis. Anda juga perlubelajar bagaimana meningkatkan arus kas dengan memperhatikan kunci-kunci sukses dalam bisnis kita.

  • Tahap 4:  “Berdikari”

Mulailah bisnis dengan sumberdaya seadanya. Belajarlah mengembangkan aset dari sumberdaya yang tersedia.

  • Tahap 5: “Berjalan di Atas Garis”

Setelah bisnis Anda mulai berjalan, kini Anda perlu belajar bagaimana mendapatkan karyawan yang tepat, mengelola hubungan dengan jelas dan memapankan harapan timbal balik dengan mereka. Di tahap ini kita belajar tentang kepemimpinan.

  •  Tahap 6: “Hanya Mengelola” 

Pada tahap ini, Anda bertransisi dari seorang karyawan yang bekerja untuk bisnis sendiri menjadi seorang manajer bisnis. Anda perlu belajar bagaimana membangun sistem, prosedur, kebijakan, dan pendelegasian. “Memiliki” perusahaan berarti belajar melihat usaha Anda sebagai sebuah sistem dan merelakan orang lain untuk menjalankannya. Oleh karenanya, tugas Anda di sini adalah sebagai penyelaras sistem, agar sistem tersebut berjalan sesuai prosedur dan memberikan hasil yang diinginkan.

  •  Tahap 7: “Terus Belajar”

Ini adalah tahap mundur teratur dari bisnis dan membiarkan bisnis tersebut menghidupi dirinya sendiri. Inilah saatnya menyerahkan tampuk kepemimpinan bisnis pada orang yang lebih tepat. Saat perusahaan tumbuh melampaui jangkauannya, Anda perlu mengambil peran yang berbeda. Perusahaan seringkali membutuhkan pemimpin yang berbeda ketika perusaan itu tumbuh dan berkembang. Seperti kasus Bill Gates yang mengundurkan diri dari jabatan CEO Microsoft dan menciptakan jabatan baru bagi dirinya. Pada tahap inilah Anda berubah dari seorang manajer bisnis menjadi seorang business-owner yang sebenarnya. Jabatan apapun yang Anda sandang di perusahaan Anda sendiri bukan masalah bagi Anda, karena Anda tetap pemilik perusahaan tersebut.Inilah titik untuk mencapai kehidupan yang lebih menggairahkan, Anda mungkin ingin memulai bisnis baru lagi dari nol di titik ini? Tidak masalah.

Selamat menumbuhkan bisnis Anda 🙂

 

5 Tahap Penjualan ala Tad James

“Orang kaya dengan senang hati mempromosikan diri dan nilainya. Orang miskin berpikir negatif tentang promosi dan penjualan.”

~ Secret of the Millionaire Mind by T. Harv Eker

 

 

 

Langsung saja, berikut 5 tahap penjulan menurut Tad James (pendiri American Board of NLP)

Tahap Pertama, bangun hubungan (rapport) dengan calon pelanggan. Ingat, orang-orang yang saling “menyukai” cenderung mirip satu sama lain (like likes like). Maka, samakan dan sesuaikan:

  • fisiologi (postur, gestur, pola napas)
  • mutu suara (intonasi, volume, kecepatan)
  • pilihan kata (visual, auditori, kinestetik).

Tahap Kedua, ajukan pertanyaan. Pertanyaan yang berhubungan dengan minat dan bisnis calon pelanggan Anda. Pertanyaan untuk mengetahui kondisi sekarang dan kondisi yang diinginkan oleh calon pelanggan Anda.

  • “Untuk tujuan apa Anda melakukan hal ini?”
  • “Apa yang Anda inginkan?”
  • “Apa saja yang sudah Anda lakukan?”

Tahap Ketiga, temukan kebutuhan dan apa yang bernilai bagi calon pelanggan. Tawarkan solusi terhadap masalah calon pelanggan Anda. Lalu tanyakan:

“Apakah menurut Anda ini cukup berharga?”

Jika calon pelanggan tidak memiliki kebutuhan terhadap produk yang Anda tawarkan, berhentilah. Cari calon pelanggan lain. Ada banyak orang diluar sana yang membutuhkan produk Anda.

Tugas Anda adalah menemukan secepat dan sebanyak mungkin calon pelanggan potensial. Jangan buang waktu Anda untuk meyakinkan orang yang tidak membutuhkan produk Anda.

Tahap Keempat, hubungkan kebutuhan atau nilai calon pelanggan dengan produk Anda. Pada tahap ini, Anda menawarkan produk Anda sebagai solusi dari masalah yang dihadapi calon pelanggan. Prsentasikan produk Anda sejelas mungkin, tanpa harus terlalu detil.

  • “Apa yang akan terjadi jika….”
  • “Jika dibandingkan dengan…”
  • …karena…
  • Cari hal-hal yang bisa disepakati bersama

Tahap Kelima, minta order. Jika ada keberatan:

  • Abaikan keberatannya dan kembali ke tahap 3, atau
  • Atasi keberatannya dan kembali ke tahap 3.

Happy selling 🙂