Catatan Untuk Pengelola Investasi Agar Terhindar Dari Bangkrut

Jika pada artikel sebelumnya saya menulis catatan untuk para calon investor, maka kali ini saya menulis untuk para pengelola investasi. Kebetulan beberapa rekan saya mengelola bisnis dengan dana dari investor. Catatan ini saya persembahkan untuk mereka.

Dalam bisnis, ada satu titik yang membuat kita pada akhirnya membutuhkan suntikan dana dari pihak luar. Entah dari Bank atau dari Investor. Seringkali, pilihan bermitra dengan investor-lah yang diambil oleh kita dalam berbisnis.

catatan untuk para pengelola investasi
catatan untuk pra pengelola investasi

Mengelola dana dari investor ini gampang-gampang susah. Dalam perjalanan bisnis saya, saya sudah melihat beberapa kawan saya yang bangkrut karena tidak sanggup mengelola dana dari investornya. Sebagian besar bangkrut justru saat bisnisnya mulai membesar. Mereka bukannya tidak amanah, mereka hanya belum memiliki kapasitas (baca: keterampilan) yang cukup untuk mengelola dana yang besar.

Dari beberapa kebangkrutan mereka, saya mencatat beberapa pelajaran. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan agar pengalaman kawan-kawan saya yang bangkrut ini tidak terulang pada diri kita.

  1. Tentukan batasan yang jelas. Berapa dana yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis kita? Berapa dana yang sanggup kita kelola? Jangan paksakan mengelola dana di luar batas kapasitas Anda.
  2. Pisahkan keuangan pribadi dengan keuangan perusahaan. Catat semua arus keluar masuk uang sekecil apapun.
  3. Fokus pada bisnis inti Anda. Jangan mudah tergiur pada penawaran di luar bisnis inti dan kompetensi Anda. Bersikap wara’ (berhati-hati) adalah penting.
  4. Kuasai detil. Jangan hanya percayakan proses bisnis Anda pada mitra Anda. Anda juga perlu paham detilnya sehingga Anda mampu melakukan pengawasan pada mitra Anda dan dapat mendeteksi jika terjadi penyimpangan sejak dini.
  5. Presentasikan keuntungan dan resiko pada calon investor Anda secara seimbang. Resiko perlu dikenalkan di awal, agar saat resiko itu terjadi orang-orang yang berinvestasi di bisnis Anda siap menghadapinya.
  6. Laporkan kondisi bisnis dan keuangan perusahaan secara teratur pada para investor Anda. Pastikan Anda memiliki media informasi atau komunikasi yang dapat diakses dengan mudah oleh investor Anda.
  7. Tingkatkan kompetensi Anda secara teratur. Semakin besar uang yang Anda kelola, semakin besar kapasitas yang dibutuhkan. Bergabunglah dengan asosiasi industri di bidang Anda dan kembangkan wawasan di seputar industri Anda.
  8. Mulailah membuat sistem dan prosedur agar bisnis Anda semakin mudah dikelola. Secepatnya serap keahlian orang-orang kepercayaan Anda dan ubah menjadi prosedur yang dapat dijalankan siapa saja. Jangan sekali-kali hanya mengandalkan keahlian satu orang untuk menjalankan proses bisnis Anda. Kita tidak tahu sampai kapan orang kepercayaan kita ini bergabung di bisnis kita.

Masih ada beberapa catatan lagi yang seharusnya saya tuliskan, namun berhubung sekarang sudah larut malam, sepertinya saya cukupkan dulu. Mudah-mudahan bermanfaat.

Bagaimana Terhindar dari Penipuan Investasi Bisnis

Keahlian menghasilkan uang itu penting, namun keahlian menjaga uanga yang sudah Anda hasilkan itu jauh lebih penting. Di atas muka bumi ini, banyak orang yang berkepentingan untuk menguras dompet Anda. Tugas Anda adalah menjaga dompet Anda dengan baik.

bagaimana terhindar dari penipuan berkedok investasi bisnis
Tips terhindar dari penipuan berkedok investasi bisnis

Salah satu penguras dompet paling ahli adalah para penipu berkedok pengelola investasi bisnis. Berikut adalah tips agar Anda terhindar dari penipuan berkedok investasi bisnis.

  1. Gunakan akal sehat Anda. Pelajari dulu dan pahami resikonya sebelum Anda menyetorkan uang Anda. Jangan sekali-kali berinvestasi di bidang yang tidak Anda pahami.
  2. Periksa rekam jejak (track record) pengelola investasi tersebut. Adakah ia pernah melakukan wanprestasi di masa lalu? Pastikan pengelola investasi Anda tidak hanya amanah namun juga kompeten di bidangnya.
  3. Langsung tolak saja jika ada yang menawarkan investasi dengan keuntungan bunga tetap (fix rate). Sekecil apapun bunga tetap yang ditawarkan. Selain haram (riba), sistem seperti ini seringkali bermasalah. Kadangkala, sistem seperti ini hanyalah kedok bagi praktik-praktik money game atau skema Ponzi (bunga yang diberikan diambil dari dana investor yang setor belakangan).
  4. Dengarkan orang yang ahli bukan orang yang menjual. Croscek klaim dengan fakta di lapangan. Cek informasi dari pihak yang netral dan tidak berkepentingan dengan uang Anda.
  5. Cek laporan keuangan terbaru. Jika laporan keuangan saja tidak rapi, jangan harap mereka rapi di hal-hal lainnya.
  6. Bedakan antara hasil di masa lalu dengan proyeksi di masa depan. Ingat bahwa hasil di masa lalu tidak mencerminkan hasil di masa depan.
  7. Jangan tamak. Sebelum berinvestasi, tentukan tujuan investasi Anda dan tepati. Ukur juga tingkat resiko Anda. Tingkat keuntungan selalu berbanding lurus dengan resiko. Sanggupkah Anda menghadapi resiko terburuk? Sanggupkah Anda kehilangan seluruh uang yang Anda investasikan?

Jadi, pada saat Anda menerima penawaran investasi luangkanlah sedikit waktu untuk melakukan hal-hal di atas. Ingat:

“Keahlian menghasilkan uang itu penting, namun yang tak kalah penting adalah keahlian menjaga uang yang telah kita hasilkan”

Artikel terkait: Waspada Investasi Bodong

Waspada Investasi Bodong

Beberapa bulan lalu, kawan-kawan saya banyak yang kehilangan uang setelah “berinvestasi” di sebuah perusahaan yang konon bergerak di bidang pertambangan emas. Ada yang kehilangan sepuluh juta, belasan juta, sampai seratus juta rupiah. Padahal kawan-kawan saya ini bisa dibilang sebagai orang yang berpendidikan, tapi kenapa ya mereka bisa-bisanya “tertipu” dan akhirnya kehilangan uang? Wallahu a’lam.

Saya mengamati memang akhir-akhir ini banyak sekali penawaran investasi yang beredar di masyarakat. Mulai dari yang berbentuk perusahaan investasi, trading, sampai koperasi. Iming-iming yang ditawarkan pun sangat fantastis. Ada yang menawarkan keuntungan 3% per bulan, 5% per bulan, bahkan sampai 10% per bulan. Ini menarik. Karena dengan keuntungan 5% per bulan saja, dalam setahun kita bisa mendapatkan keuntungan sampai 60% per tahun! WOW! (setahu saya, Warren Buffet, orang terkaya nomor dua di dunia, hanya mampu menghasilkan keuntungan konsisten 20% per tahun dari saham-saham yang ia beli).

Hmm, lalu bagaimana agar kita terhindari dari investasi bodong seperti yang dialami kawan saya? Sebenarnya simpel. Saat kita tertarik dengan sebuah penawaran investasi, cek saja tiga hal mendasar: transparansi, legalitas, dan likuiditas.

  • Transparansi artinya kejujuran atau keterbukaan informasi. Cek laporan keuangan dari perusahaan tersebut, minimal neraca dan laporan laba rugi. Jika mereka tidak mau memberikan, jangan pernah mau menanamkan uang Anda di perusahaan tersebut.
  • Legalitas, cek legalitasnya di Otoritas Jasa Keuangan (www.ojk.go.id).
  • Likuiditas, kemudahan penarikan dana. Apa syarat dan ketentuannya? berapa lama prosesnya?

Carilah informasi mengenai hal-hal di atas dari pihak ketiga yang netral, bukan dari agen atau “sang penjual.”  Pelajari penawaran tersebut dengan tenang dan akal sehat sebelum Anda memutuskan untuk menginvestasikan uang Anda.

Terakhir, pastikan dana yang Anda gunakan dalam berinvestasi adalah uang dingin, uang yang memang tersedia tanpa mengganggu kepentingan dapur Anda. Bukan uang panas yang berasal dari pinjaman Bank atau bahkan pinjaman dari rentenir.

Dan kapanpun Anda mendengar penawaran investasi, ingatlah kalimat ini:

“Invest Your Time, Before Invest Your Money”