Bagaimana Menginstal Autopilot Sukses dalam Diri Anda (2)

Berdasarkan artikel sebelumnya (bagi yang belum baca silahkan klik di sini) sekarang kita memahami bahwa manusia memiliki sistem autopilot untuk mencapai tujuan-tujuan kita. Pertanyaan berikutnya, bagaimana cara menginstal autopilot ini agar bergerak otomatis mengejar sasarannya?

Sama dengan mengarahkan misil, yang kita lakukan adalah memberikan pikiran bawah-sadar kita sebuah tujuan yang jelas dan pasti. Bila kita memiliki sebuah tujuan yang jelas dan pasti, pikiran bawah-sadar kita akan menggerakkan kita untuk mencapainya.

Menginstal Autopilot Sukses dalam Diri

Perhatikan, sistem autopilot kita tidak akan bekerja efektif jika:

  1. Tidak memiliki tujuan yang ingin dicapai. Jika kita tidak menetapkan tujuan secara sadar maka pikiran bawah-sadar kita akan menggerakkan kita untuk mencapai tujuan-tujuan yang tidak kita sadari. Masih oke kalau tujuan yang tidak kita sadari ini tujuan yang baik dan bermanfaat, bagaimana bila sebaliknya? Misil yang diluncurkan tanpa arah bisa-bisa justru berbalik menyerang kita sendiri. Guru saya Pak Heppy Trenggono pernah memberi nasehat yang senada dengan hal ini: “Jika kita tidak secara sadar membangun kekayaan, maka secara tidak sadar kita sedang membangun kemiskinan.” 
  2. Memiliki tujuan namun tujuannya tidak jelas alias kabur. Saat kita tidak tahu dengan persis apa yang sebenarnya kita inginkan, maka pikiran bawah-sadar kita akan menebak-nebak tujuan kita, akhirnya hasil yang tercapai tidak persis seperti yang kita harapkan. Ibarat misil yang diarahkan ke sebuah kota, jika kita tidak persis menetapkan koordinatnya, kita tidak akan tahu apakah misil tersebut akan mendarat di markas musuh atau justru di rumah sakit.
  3. Sering berganti-ganti tujuan. Hal yang ketiga ini membingungkan pikiran bawah-sadar kita serta membuang-buang energi kita. Ibarat misil yang diarahkan ke kota A, lalu di tengah jalan kita mengganti koordinat sasaran ke kota B, lalu kita ganti lagi ke kota C. Apa yang terjadi? Bisa jadi misil tersebut jatuh di tengah jalan karena kehabisan bahan bakar. Demikian pula jika kita memiliki tujuan yang sering berganti-ganti, kita akan memboroskan energi, uang, dan yang terpenting waktu yang kita miliki.

Maka, agar sistem autopilot ini bekerja dengan baik, kita harus merancang sebuah tujuan yang jelas dan pasti (klik di sini untuk caranya). Lalu, hiduplah dengan tujuan yang Anda rancang ini. Sering-seringlah membaca tujuan Anda, membicarakan tujuan Anda, memikirkan tujuan Anda, dan membayangkan tujuan Anda. Semakin sering Anda mengulang-ulang hal ini, semakin terinstal tujuan Anda di bawah-sadar Anda. Semakin jelas dan pasti tujuan Anda, semakin mudah pikiran bawah-sadar memandu Anda.

“Jika kita tidak secara sadar membangun kekayaan, maka secara tidak sadar kita sedang membangun kemiskinan. ~ Heppy Trenggono” 

Bagaimana Menginstal Autopilot Sukses dalam Diri Anda (1)

Menarik saat kita mengamati cara misil (peluru kendali) bekerja. Yang kita lakukan sebagai operator cukup menetapkan sasaran, lalu misil tersebut segera bergerak menuju sasaran dan mencapainya. Pertanyaannya, apakah misil tersebut bergerak menurut garis lurus sampai ia mencapai sasarannya? Tak pernahkah ia bergerak melenceng dari sasarannya?

Sumber: http://www.flickr.com/photos/defenceimages/
Sumber: http://www.flickr.com/photos/defenceimages/

Ternyata, sebuah misil tidak bergerak lurus, kadang ia melenceng dari sasarannya. Namun, begitu misil tersebut agak sedikit melenceng dari sasaran sistem autopilot di dalam misil tersebut segera bekerja (cat: dalam istilah teknik, sistem autopilot ini disebut dengan mekanisme servo – servo-mechanism). Sistem ini segera mengoreksi arah misil dan mengarahkan misil tersebut ke jalurnya kembali. Sampai akhirnya misil tersebut pun mencapai sasaran. Jadi sistem autopilot di dalam misil ini bekerja dengan cara mengunci sasaran, bergerak, mendeteksi penyimpangan, dan melakukan tindakan koreksi, sampai akhirnya misil itu mencapai sasaran.

Kalau kita sebagai manusia punya sistem autopilot seperti ini pasti enak ya? Kita tinggal tetapkan sasaran yang ingin kita capai dalam hidup (apapun itu: punya rumah baru, naik haji, dapat penghasilan 50 juta per bulan dll) lalu diri kita bergerak otomatis untuk mencapainya. Wuih.. gurih kan? Tapi benarkah kita tidak punya sistem autopilot seperti ini dalam diri kita? Menariknya, sebenarnya kita punya sistem autopilot ini hanya saja tidak menyadarinya. Sistem ini adalah pikiran bawah-sadar kita.

“Every living thing has a built-in guidance system or goal-striving device, put there by its Creator to help it achieve its goal – which is, in broad terms – to ‘live'” – Maxwell Maltz, MD

Pikiran bawah-sadar kita mengendalikan sebagian besar kerja tubuh kita secara otomatis: jantung berdetak, ginjal menyaring, lambung mencerna. Semua kerja tubuh kita berlangsung otomatis tanpa kita sadari. Pikiran bawah-sadar kita pun mengendalikan sekitar 88% dari perilaku kita. Anda tidak harus memikirkan rute pulang pergi rumah kantor setiap hari kan? Yang Anda lakukan cukup niatkan mau pulang ke rumah, lalu sistem autopilot (baca: pikiran bawah-sadar) Anda mengambil alih sisanya. Dan Anda pun sampai di rumah Anda tanpa memikirkan rute-nya. Bahkan, ketika Anda berniat mampir ke minimarket untuk membeli sesuatu pun Anda lupa melakukannya. Karena perjalanan Anda pulang ke rumah sudah di-setel begitu otomatisnya.

Nah, ilustrasi di atas menunjukkan bahwa kita sebenarnya sudah memiliki sistem autopilot dalam diri kita. Pertanyaannya, bagaimana menginstall sistem ini agar membawa kita mencapai kesuksesan? Kita akan membahasnya di artikel kedua pekan depan insyaallah.

Diskusi dengan saya? Follow @darmawanaji

Rahasia Keberuntungan

Apakah faktor utama yang membedakan antara orang-orang yang beruntung dengan orang-orang yang malang dalam hidupnya?

Pertanyaan menarik ini dijawab oleh penelitian selama delapan tahun yang dilakukan oleh DR. Richard Wiseman. DR. Wiseman menyimpulkan, orang-orang yang beruntung memiliki pola pikir dan pola perilaku yang berbeda dengan orang-orang selainnya.

“Luck is not a magical ability or a gift… Instead, it is a state of mind―a way of thinking and behaving.” DR. Richard Wiseman

Rahasia Keberuntungan
DR. Richard Wiseman

Berdasarkan penelitian DR. Wiseman setidaknya ada empat pola pikir dan pola perilaku utama orang-orang yang beruntung:

  1. Orang yang beruntung mampu membaca kesempatan (peluang) dengan baik. Mereka terbuka dengan pengalaman-pengalaman baru, lebih rileks menghadapi hidup, dan suka membangun jejaring pertemanan dengan orang baru. Mereka juga menjaga jejaring pertemanan yang sudah ada dengan baik.
  2. Orang yang beruntung mendengarkan intuisi mereka dan mempertimbangkan intuisi sebagai salah satu faktor dalam mengambil keputusan. Mereka juga melatih dan mengembangkan kemampuan intuisi mereka.
  3. Orang yang beruntung berprasangka baik terhadap masa depan mereka. Mereka memelihara harapan positif dalam apapun yang mereka lakukan.
  4. Orang yang beruntung menganggap kegagalan sebagai sesuatu yang sementara (tidak permanen). Mereka pandai mencari hikmah di balik kegagalan mereka dan mereka pun yakin bahwa kegagalan yang mereka alami pada akhirnya akan berdampak positif pada kehidupan mereka di masa depan. Orang yang beruntung juga bertindak untuk mengubah kegagalannya menjadi keberuntungan dengan segera.

Pertanyaannya, apakah kita memiliki pola pikir seperti di atas? Jika belum, pola pikir mana yang akan Anda latih segera?

Baca juga: 3 Langkah Mengaktifkan Faktor Keberuntungan Anda