Kamu kesal dengan seseorang?

Dalam hidup, pasti kita pernah merasa kesal dengan seseorang. Kira-kira, kalau kita simpan kekesalan ini, siapa yang rugi ya? Apakah dia yang membuat kita kesal akan rugi? Atau kita yang rugi?

Sumber: http://www.flickr.com/photos/haroldoferrary/
Sumber: http://www.flickr.com/photos/haroldoferrary/

Kekesalan ini ibarat sampah emosi. Kalau kita simpan-simpan, kita yang rugi, karena baunya akan tercium kemana-mana. Pertanyaannya, bisakah kita melepaskan kekesalan kita pada seseorang? Jika bisa, bagaimana caranya?

Yuk, kita sedikit bereksperimen dengan diri kita:

  • Bayangkan seseorang yang membuat kamu kesal saat mengingatnya… ada? Lihat dalam benakmu dan amati sensasi yang kamu rasakan di tubuhmu. Sudah? Good…
  • Mari kita amati lebih detil gambar orang itu di dalam benakmu, coba perhatikan apakah gambarnya besar atau kecil? jelas atau kabur? Berwarna atau hitam putih? Bergerak seperti film atau diam seperti foto? Dekat atau jauh? Kamu amati saja detil-detilnya lalu…
  • Perlahan-lahan buat gambarnya menjadi hitam putih (bayangkan saja kamu punya remote control untuk mengatur kualitas layar mentalmu), tekan tombol freeze agar gambarnya diam, lalu buat gambarnya menjadi agak kabur. Sudah? Sekarang, perkecil gambarnya lalu jauhkan. Tambahkan bingkai (boleh bingkai foto tua atau bingkai dengan motif berbunga kalau kamu suka) di sekitar gambar orang itu, lalu simpan gambar yang sudah kamu bingkai ini ke sebelah kiri bawahmu dan simpan di sana.
  • Coba sekarang perhatikan perasaan kesalmu, sudah mulai berkurang bukan? Bila masih ada, kamu amati saja rasa kesal yang kamu rasakan di tubuhmu. Rasakan seakan-akan rasa kesal ini bergerak ke ubun-ubun dan menguap ke udara. Lakukan sampai rasa kesal itu berkurang dari dirimu.
  • Sekarang, coba kamu pikirkan satu atau dua pelajaran positif yang kamu dapatkan dari peristiwa yang dulu membuat kamu kesal itu. Kamu harus yakin bahwa selalu ada pelajaran positif di setiap peristiwa bukan?
  • Setelah kamu menemukan pelajaran positifnya, bayangkan kamu bertemu dengan orang itu. Masihkan perasaan kesal itu ada? Atau sudah benar-benar menghilang? Jika masih berlanjut hubungi dokter (He he).

Selamat bereksperimen…