Membedah Bakat Dewa

Saya termasuk orang yang meyakini bahwa setiap orang berbakat hebat. Tantangannya adalah, tidak setiap orang mengenali apa bakatnya, apa kekuatannya, apa potensi dirinya. Maka, proses pencarian diri ini kemudian menjadi proses pencarian sepanjang hayat. Proses yang awalnya mengasyikkan namun akhirnya seringkali justru membuat frustasi saat seseorang tidak juga menemukan: apa sebenarnya potensi terbaikku?

Sumber Gambar: playbuzz.com
Sumber Gambar: playbuzz.com

Bersyukurlah kemudian para praktisi psikologi merancang berbagai alat bantu untuk menemukan bakat seseorang. Kini, kita dengan mudah mengenali apa bakat kita. Namun… ternyata tidak sedikit pula meskipun kita sudah melakukan asesmen bakat, satu pertanyaan besar justru muncul: Bagaimana memanfaatkan bakat-bakat ini dalam kehidupan kita? Atau bagi para entrepreneur, bagaimana saya bisa memonetisasi (baca: menguangkan) bakat saya?

Dulu, saya mengalami hal yang sama seperti Anda. Apa sebenarnya bakat saya? Apa potensi terpendam saya? Bagaimana saya memanfaatkannya dalam bisnis saya? Maka, saya pun mulai mengikuti berbagai asesmen bakat. Sayangnya, dari sekian banyak tes bakat yang saya jalani, saya tidak puas dengan hasilnya. Saya merasa, hasil tes tersebut tidak mencerminkan diri saya yang sebenarnya. Sampai akhirnya saya bertemu dengan mas Muhammad Firman dan Abah Rama. Dua sosok ini membantu saya memetakan bakat saya menggunakan metode Talents Mapping, dan hasilnya… WOW ini sangat cocok dengan diri saya. Saya merasa hasil pemetaan bakat yang dilakukan mereka sangat mirip dengan diri saya.

Menariknya, ternyata bukan hanya saya yang merasa puas dengan hasil pemetaan bakat Talents Mapping ini. Pak Dedy Budiman (founder KOMISI – Komunitas Sales Indonesia) pun merasa bahwa asesmen Talents Mapping ini mengubah hidupnya. Bu Septi (founder Komunitas Ibu Profesional) bahkan menjadikan pemetaan bakat Talents Mapping ini sebagai foindasi awal untuk memetakan potensi putri-putranya: Enes, Ara, dan Elan (prestasi ketiga anak bu Septi ini sudah banyak dibahas di media, silakan googling sendiri ya). Bahkan, Mr. James Gwee, merekomendasikan khusus asesmen Talents Mapping ini di dalam sebuah seminarnya.

Talents Mapping dirancang salah satunya berdasar penelitian tentang bakat dari Gallup Organization pada dua juta orang dewasa selama 30 tahun. Definisi bakat menurut versi Gallup adalah sifat/kepribadian yang mendukung di dunia bisnis/pekerjaan. Hasilnya, Gallup menemukan ada 34 macam tema bakat yang ada dalam diri manusia, 34 tema bakat ini bisa diurutkan mulai dari yang terkuat sampai yang terlemah.

Pendekatan Gallup ini berbeda dengan pendekatan psikologi lama. Bakat dalam versi Gallup bersifat kontinum, bukan kutub (ekstrim kanan–ekstrim kiri, misal: kalau saya bukan introvert pasti ekstrevert; kalau saya bukan thinking pasti feeling). Bayangkan 34 tema bakat ini seperti 88 tombol kunci pada piano. Memainkan hanya satu tombol tidak akan menghasilkan apa-apa. Tetapi memainkannya dalam kombinasi yang berbeda dapat menghasilkan musik klasik Mozart sampai Madonna, bahkan Dangdut juga Seriosa.
Supaya tergambar, mari kita bahwa 5 Tema Bakat terkuat dari kawan saya, Dewa Eka Prayoga. Berdasarkan hasil Talents Mapping, 5 Bakat terkuat dari Kang Dewa adalah:

  1. Competition
  2. Communication
  3. Maximizer
  4. Significance
  5. Futuristic

Apa artinya? Mari kita tengok:

Competition

Seseorang denga bakan COMPETITION senang membandingkan kemajuannya dengan orang lain. Menikmati persaingan. Persaingan bagi mereka adalah sebuah bahan bakar untuk maju. Oleh karenanya, orang-orang dengan bakat ini selalu berusaha menjadi nomor satu. Tema bakat ini cocok dimiliki oleh seorang pebisnis, marketer, dan pelatih olahraga.

Communication

Seseorang dengan bakat COMMUNICATION mudah sekali mengungkapkan apa yang dipikirkannya melalui kata-kata atau tulisan yang mudah dimengerti oleh orang lain. Mereka dapat mengangkat dan membuat topik sederhana menjadi menarik. Mereka senang menjelaskan, menjabarkan, bercerita, berbicara di depan umum, dan menulis. Sekarang sudah tahu kenapa kang Dewa jago banget copywriting-nya kan? 😀
Tema bakat ini dibutuhkan untuk peran: pembicara, trainer, pengajar, sales, marketing, humas, jubir, jurkam, presenter, MC, dan penulis.

Maximizer

Bahasa mudahnya adalah PERFEKSIONIS. Orang-orang denga bakat ini fokus pada kekuatan-kekuatan yang ada sebagai cara untuk merangsang keunggulan pribadi dan kelompok. Tidak mudah puas dengan apa yang ada dan cenderung ingin mengubah sesuatu menjadi jauh lebih baik lagi. Orang-orang ini pun lebih memilih untuk bekerja atau beraktivitas bersama dengan orang-orang yang menghargai kekuatannya.
Tema bakat ini merupakan salah satu bakat yang banyak terdapat pada peran dimana dia bertugas membantu orang lain menjadi lebih sukses seperti peran pelatih, manajer, mentor, dan leader.

Significance

Alias NARSIS. Orang dengan bakat SIGNIFICANCE senang menjadi pusat perhatian, dikenal, didengar, diakui serta dihargai oleh banyak orang atas keunikan atau keistimewaan yang dimilikinya. Mereka juga memiliki keinginan untuk dikagumi sebagai pribadi yang berkredibilitas, profesional, dan sukses. Mereka juga lebih memilih untuk berasosiasi dengan orang-orang yang memiliki kredibilitas, profesional, dan sukses. Menariknya, mereka ini seseorang yang sangat independen dan menginginkan agar pekerjaannya menjadi jalan hidup daripada hanya sekedar “pekerjaan”.

Futuristic

Seseorang dengan bakat FUTURISTIC senang berangan-angan, membayangkan masa depan seakan-akan tergambar pada dinding dan dapat memberikan inspirasi pada rekan lainnya dengan visinya mengenai masa depan. Mereka juga dapat melihat dengan detail apa yang mungkin terjadi atau terdapat di masa depan dan hal ini terus membuatnya melangkah maju.
Tema bakat ini merupakan salah satu bakat yang diperlukan oleh seorang entrepreneur, perencana jangka panjang, atau pengembang produk baru.

Sekarang, Bayangkan kombinasi 5 tema bakat di atas pada diri seseorang, akan menjadi seperti apakah orangnya? Ya, seperti kang Dewa kurang lebihnya. Kelima bakat di atas pada diri kang Dewa membantu dirinya untuk sukses di bidangnya sebagai seorang penjual, pembicara, visioner, pemimpin, dan marketer. Salah satu dari itu atau kombinasi darinya.

Nah, sekarang giliran Anda. Sudahkah Anda menemukan bakat Anda?

Silakan di sini untuk mendapatkan informasi seputar bagaimana menemukan bakat Anda sekarang.

Tragedi nyata dalam hidup kita bukanlah tidak memiliki kekuatan yang cukup.
Melainkan kegagalan kita menggunakan salah satu kekuatan yang kita miliki.

 

NB: Pastikan juga Anda bergabung di acara ini >> bit.ly/kursusbakat

Jualan Anda di Facebook Belum Laku?

Mendengar nikmatnya jualan online, membuat kita berbondong-bondong terjun mencari peruntungan di bidang ini. Sebagian besar pemula memulainya dengan menjual melalui sosial media, salah satunya FACEBOOK. Tak heran, karena Facebook saat ini adalah sosial media paling banyak dipakai di Indonesia, jumlah penggunanya sudah tembus lebih dari 40 juta pengguna. Masalahnya, jika memang pengguna Facebook sebanyak itu, mengapa jualan kita di Facebook belum laku-laku juga? Continue reading “Jualan Anda di Facebook Belum Laku?” »