Buat Apa Belajar Wing Chun?

Film Ip Man 3 baru saja tayang. Biasanya peminat beladiri wing chun mulai bejibun. Situasi seperti ini tentu saja dimanfaatkan oleh perguruan-perguruan wing chun untuk menarik anggota baru. Beberapa bahkan memajang banner di depan bioskop XXI yang sedang menayangkan film Ip Man 3. Maklum, demam wing chun biasanya menjalar setiap kali film Ip Man (bacanya ‘Yip Man’ ya, bukan ‘I-Pe-Man’) tayang di bioskop. Oya, bagi yang belum tahu, wing chun itu nama aliran beladiri yang digunakan oleh Ip Man. Konon, Ip Man-lah yang mempopulerkan Wing Chun ke seluruh dunia (tentu saja, setelah salah satu muridnya, Bruce Lee, masuk ke Holywood. Sisa ceritanya silakan googling sendiri ya).
 

 

Ketika orang berbondong-bondong berlatih wing chun, pertanyaan besarnya adalah: Buat apa berlatih wing chun? Pertanyaan ini penting, karena pertanyaan ini menentukan apakah seseorang (baca: Anda) akan bertahan berlatih wing chun sampai tiga tahun ke depan, atau berhenti setelah tiga bulan (atau bahkan hanya tiga minggu).

Ngikut tren biar keren? Supaya kelihatan gagah dan keren seperti Ip Man (baca: Donnie Yen)? Nggak perlu berlatih wing chun. Pakai baju ‘cheongsam’ terus bergaya di depan ‘mok yan jong’ (boneka kayu), upload di Social Media sepertinya sudah cukup keren.

Mau jadi jagoan? Jago bak bik buk pukulin orang? Sudah bukan jamannya kali…

Sekadar olahraga? Biar sehat? Masih banyak olahraga lainnya kan? Ada aerobik, nge-gym, jogging, senam.

Jadi, buat apa berlatih wing chun?

Tentu saja, setiap orang punya alasan mengapa dia berlatih wing chun. Saya sendiri menemukan, setidaknya ada empat manfaat yang menjadi alasan saya berlatih wing chun.

  • Pertama, ‘Self-Defense.’ Ini sudah jelas, untuk membela diri jika diperlukan. Sejak dulu, Wing chun dikenal sebagai llmu beladiri yang praktis dan ‘proven’ di dunia nyata. Bahkan wing chun menjadi beladiri andalan para pemberontak Ming (maaf kalau salah sebut nama dinastinya).
  • Kedua, ‘Awareness.’ Berlatih wing chun melatih kesadaran terhadap tubuh kita. Kita menjadi lebih ‘aware’ dengan cara berdiri dan cara bergerak kita. Ini terjadi karena gerakan-gerakan wing chun harus dilakukan secara presisi: posisi siku, bahu, jari, diperhatikan secara detail. Ketika berlatih, kita menjadi lebih sadar bahwa perbedaan posisi menghasilkan ‘tenaga’ yang berbeda.
  • Ketiga, ‘Mindfulness.’ Saat melatih jurus dalam wing chun, kita dilatih untuk hadir di sini, saat ini. Memfokuskan pikiran, perasaan dan tubuh kita di satu tempat. Jurus-jurus wing chun banyak melatih aspek ini. Tak heran, sebagian praktisi wing chun menyebut jurus wing chun sebagai meditasi bergerak.
  • Keempat, ‘Simplicity.’ Dalam wing chun kita juga dilatih untuk berpikir sederhana. Jurus pertama wing chun, Siu Lim Tao (dalam transliterasi lain ditulis ‘xiao nim tao’) mencerminkan hal ini. Secara sederhana Siu Lim Tao berarti ‘ide kecil’ atau ‘pemikiran sederhana.’ Yup, dalam berlatih wing chun, kita dilatih untuk berpikir sederhana. Bukan berpikir yang kompleks atau ribet. Pemikiran sederhana ini juga tercermin dalam gerakan-gerakannya yang efektif, ekonomis, dan efisien. Jumlah jurus tangan kosongnya pun tidak banyak, hanya tiga jurus. Di tingkat lanjut, ketika kita belajar ‘chi sao,’ kita berlatih bagaimana logika kita bekerja untuk keluar dari situasi sulit dengan gerakan yang paling sederhana.

Keempat ide sederhana inilah yang membuat saya bertahan berlatih wing chun dalam beberapa tahun ke belakang. Lalu, apa alasan Anda?

Disclaimer:
  • Keempat manfaat di atas tentu saja bukan monopoli wing chun saja, Anda boleh ganti dengan nama beladiri lain jika Anda suka.
  • Saya bukan Wing Chun Shifu ya. Saya cuma penggemar Wing Chun 😉