Cause-Effect Language

“Gara-gara dia aku menjadi tak enak makan”

Pernah dengar kalimat semacam ini?

cause-effect-language
Di dalam NLP, pola bahasa seperti ini disebut dengan pola bahasa sebab-akibat (cause-effect). Pertanyaannya, benarkah orang lain benar-benar dapat membuat kita menjadi tak enak makan?

Jika kita amati, hubungan sebab-akibat dalam kalimat ini bukanlah hubungan sebab-akibat yang mutlak. Berbeda dengan kalimat: “gara-gara tersiram air bajuku menjadi basah.” – ini hubungannya mutlak, tersiram air menyebabkan baju menjadi basah. Namun perilaku orang lain bisakah membuat orang tak enak makan? Tentu tidak. Orang enak makan atau tidak bergantung pada dirinya sendiri. Apakah ia mengijinkan atau tidak.

Tidak ada orang yang bisa memengaruhi keadaan internal kita, kecuali kita mengijinkannya.

Tapi ya namanya manusia, lebih enak jika melemparkan tanggung jawab ke pihak luar.
Maka sering kita dengar:

“Kata-katanya membuatku marah”
“Perilakunya membuat aku jengkel”
“Sikapnya membuat aku kesal”

Padahal marah, jengkel dan kesal tidak akan terjadi sampai kita mengijinkannya. Buktinya, kata-perilaku-sikap yang sama bisa saja tidak ngefek bila kita sedang happy. Bisa juga, kata-perilaku-sikap yang sama tidak ngefek jika orang lain yang mengatakannya.

Benar demikian bukan?

Metode OPA: Strategi Mewujudkan Tujuan ala Tony Robbins

Metode OPA adalah metode yang dikembangkan oleh Pak Tony Robbins. Tujuan metode ini adalah untuk memandu pikiran untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Agar efektif, lakukan metode ini secara tertulis.

Outcome

Hasil akhir apa yang Anda ingin capai?
Pastikan hasil akhirnya bisa Anda pengaruhi, spesifik, terukur, dan inderawi.

Purpose

Kenapa Anda menginginkannya? Mengapa hal ini penting bagi Anda?
Tanpa alasan yang kuat, Anda tidak akan terdorong untuk melakukan aktivitas yang diperlukan untuk mencapainya.

Actions

Aktivitas kunci apa yang perlu Anda lakukan untuk mencapai hasil akhir tersebut? Tindakan apa yang perlu Anda lakukan?
Tuliskan apa, kapan, dimana, berapa frekuensinya. Pastikan tindakan tersebut ada dalam kendali Anda dan predictable – berdampak besar terhadap pencapaian hasil Anda.

Tindakan Pembeda Antara Orang Sukses dengan Selainnya

Apa perbedaan antara mereka yang sukses dengan selainnya? Apa yang dilakukan secara berbeda oleh mereka? Buku dari Heidi Grant Halvorson, Ph.D menjawabnya. Dalam bukunya, Dr. Halvorson menjelaskan sembilan tindakan yang dilakukan secara berbeda oleh orang-orang sukses. Saya akan membahas empat di antaranya.

tindakan-pembeda-antara-orang-sukses-dengan-selainnya

Pertama, Berpikir Spesifik.

Orang sukses bukanlah tipikal orang yang menyatakan niatnya dengan pernyataan yang abstrak. Misalnya: ingin turun berat badan, tidur lebih berkualitas, olahraga teratur. Saat menyatakan niatnya, mereka berpikir lebih spesifik: turun 5 kg, pergi tidur pk. 21.00, nge-gym 30 menit setiap hari Senin dan Kamis. Dengan demikian mereka tahu dengan persis apa yang ingin mereka capai dan apa yang perlu mereka lakukan.

Kedua, Memanfaatkan Momen untuk Bertindak

Setiap orang sibuk. Setiap orang tidak punya waktu. Namun, orang-orang sukses meluangkan waktu untuk hal-hal penting dalam hidupnya. Mereka memutuskan kapan dan dimana mereka akan melakukannya. Lagi-lagi, mereka berpikir secara spesifik. Mereka menggunakan metode implementation intention (perencanaan jika-maka) untuk merencanakan tindakannya. Formatnya: “Jika hari ini adalah hari Senin pk. 16.00 maka saya akan pergi ke gym untuk berolahraga selama 30 menit”

Ketiga, Tahu dengan Persis Berapa Jauh Lagi Jarak yang Perlu Ditempuh

Mau tidak mau, suka tidak suka, orang-orang sukses memonitor tindakannya. Mereka memantau aktivitas mereka secara berkala, entah oleh mereka sendiri atau oleh orang lain yang ia percaya. Dengan demikian, mereka akan tahu dengan persis, apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki.

Keempat, Optimis namun tetap Realistis

Orang-orang sukses bukanlah orang yang optimis tanpa berpijak ke bumi. Mereka optimis dengan tujuan mereka, namun mereka juga tetap realistis dengan rencananya. Mereka berpikir positif, namun di sisi lain mereka juga berpikir analitis terhadap tujuannya. Setiap pencapaian tujuan memerlukan waktu, usaha, dan fokus. Jika kita tidak bersikap realistis, bisa jadi kita akan kecewa dengan diri sendiri. Optimis boleh, namun tetap gunakan akal sehat Anda.

Inilah empat tindakan yang dilakukan secara berbeda oleh orang-orang sukses. Bagaimana dengan Anda?

Sumber gambar: playbuzz (dot) com