Bedah Buku Bisnis “The Go Giver”

Buku “The Go Giver” berisi sebuah fabel tentang Joe, seorang pria muda yang ambisius dan cekatan. Joe adalah seseorang yang sangat mendambakan kesuksesan. Namun, semakin bekerja keras ia justru semakin jauh dari kesuksesan yang ia dambakan.

Joe merasa membutuhkan Pengaruh dan Daya Ungkit untuk sukses. Namun, dia putus asa bagaimana menemukannya.

Sampai kemudian ia bertemu dengan seorang Pindar, seorang pebisnis sukses berumur 60-an yang kini menggunakan waktunya untuk berbagi kepada para CEO di Fortune 500 (500 perusahaan terbaik di AS).

Pindar mengatakan hanya ada satu kunci kesuksesan: memberi.

Selama satu minggu, Pindar mengenalkan Joe kepada para “sang pemberi.” Sampai akhirnya, Joe memahami 5 Hukum Kesuksesan Tertinggi.

Simak penjelasannya di video berikut ini…

Closing itu Penting

Sehebat apapun presentasi Anda, Anda tidak akan dibayar jika tidak berhasil menclosing penjualan secara efektif. Sehebat apapun cara promosi Anda, Anda tidak akan mendapatkan keuntungan sampai transaksi terjadi.  Sehebat apapun teknik persuasi Anda, Anda tidak akan mendapatkan penghasilan sampai prospek membeli dari Anda.

Tantangannya, prospek tidak akan membeli dari Anda sampai Anda memintanya. Prospek tidak akan tiba-tiba mengisi formulir pembelian sampai Anda mengarahkannya. Prospek tidak akan membayar Anda sampai Anda meminta mereka melakukannya.

Maka, menguasai teknik-teknik closing bukanlah hal yang sederhana. Sebagai seorang penjual, Anda wajib menguasainya secara mendalam. Dengan demikian, Anda dapat mengeksekusinya di lapangan sealamiah mungkin.

Untuk itulah saya membuat sebuah buku digital sederhana yang membahas tentang berbagai teknik closing yang terbukti ampuh dalam menghasilkan penjualan. Dalam buku ringkas ini, saya akan mengajarkan kepada Anda 8 teknik closing yang terbukti ampuh untuk menghasilkan penjualan. Namun sebelumnya, kita perlu memahami buying signal terlebih dahulu sehingga teknik closing yang kita eksekusi menjadi efektif.

Saya memberikan buku ini cuma-cuma bagi Anda. Bila tertarik mendapatkan, silakan klik tombol berikut ini.


 

Dream Test: 10 Pertanyaan untuk Menguji Impian Anda

Setiap orang memiliki impian yang ingin ia wujudkan dalam hidupnya. Sayangnya tidak semua impian diciptakan sama. Ada impian yang dibangun di atas khayalan, sebagian lagi dibangun di atas realitas yang kokoh. Ada impian yang menciptakan ketakutan dan keputusasaan, ada pula impian yang menciptakan semangat dan harapan. Ada impian yang tak pernah menjadi kenyataan, ada pula impian yang perlahan-lahan menjelma menjadi nyata. Apa perbedaannya?

Pertanyaan ini kemudian dijawab oleh John C. Maxwell dalam bukunya: Put Your Dream to The Test[1]. Untuk mengubah impian menjadi kenyataan, kita perlu menjawab YA pada 10 pertanyaan yang diajukan di bawah ini.

Sebelum mulai, silakan pikirkan satu impian Anda, lalu tanyakan sepuluh pertanyaan berikut.

Pertanyaan #1: Apakah ini benar-benar impian saya?

Bila Anda ingin mewujudkan impian Anda, Anda perlu benar-benar memilikinya. Sesuatu yang benar-benar ingin Anda lakukan dan wujudkan. Impian Anda, bukan impian orangtua Anda, guru Anda atau orang lain. Jangan bandingkan impian Anda dengan impian orang lain. Anda dan mereka berbeda. Bila Anda tidak benar-benar memiliki impian Anda, Anda tidak akan bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya. Anda tidak akan bersedia membayar harganya.

Pertanyaan #2: Apakah saya dapat melihat dengan jelas impian saya?

Seperti apa kelihatannya? Semakin jelas maka akan semakin menarik dan semakin memotivasi Anda untuk mewujudkannya. Impian yang jelas akan memudahkan Anda dalam menetapkan prioritas. Impian yang jelas juga memudahkan Anda menyusun strategi untuk mewujudkannya. Sebaliknya, impian yang kabur tidak memotivasi Anda dan hanya menciptakan kebingungan.

Pertanyaan #3: Apakah impian itu ada di dalam kendali saya?

Apakah saya tidak bergantung pada orang lain untuk mewujudkannya? Apakah Anda membangun impian Anda di atas realitas yang kokoh bukan hanya di atas khayalan yang rapuh? Apakah Anda memulai tindakan dari kekuatan dan bakat Anda sendiri? Apakah Anda memiliki pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk membuatnya menjadi nyata? Bila tidak, dapatkah Anda mengembangkan dan melatihnya? Apakah Anda memiliki kebiasaan yang mendukung untuk mewujudkannya? Bila tidak, dapatkan Anda memulai kebiasaan itu? Sebuah impian akan lebih mudah terwujud bila dimulai dari apa yang benar-benar bisa Anda lakukan dengan baik. Sehingga Anda tidak menunda-nunda tindakan Anda. Anda dapat mulai bertindak sekarang.

Pertanyaan #4: Apakah saya memiliki energi untuk mencapainya?

Pikirkan salah satu pencapaian besar Anda. Berapa banyak energi yang Anda butuhkan untuk mencapainya? Apakah impian Anda benar-benar penting bagi Anda sehingga Anda memiliki energi yang cukup untuk mewujudkannya? Mewujudkan impian adalah sebuah perjalanan panjang. Anda memerlukan bahan bakar yang cukup selama perjalanan. Kunci awalnya adalah passion & preseverance, gairah dan ketekunan.

Pertanyaan #5: Apakah saya memiliki strategi untuk mencapainya?

Apakah Anda punya rencana kongkrit untuk mewujudkannya? Apakah Anda sudah mengidentifikasi langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk mencapainya? Tanpa rencana yang realistis, impian hanyalah impian. Tak akan pernah mewujud menjadi nyata dalam kehidupan Anda.

Pertanyaan #6: Apakah saya melibatkan orang lain yang dapat membantu saya?

Siapakah tim Anda? Siapakah pelatih Anda? Siapakah yang akan memantau kemajuan Anda> Siapa yang dapat mendukung dan membantu Anda? Bila Anda belum memiliki orang yang tepat dalam tim Anda, identifikasi orang-orang yang Anda perlukan, pikirkan bagaimana mereka dapat membantu Anda.

Pertanyaan #7: Apakah saya bersedia membayar harganya?

Semakin besar impian Anda, semakin besar harga yang perlu dibayarkan. Apakah Anda bersedia memberikan usaha terbaik dan bekerja keras mewujudkan impian Anda? Apakah Anda bersedia menghadapi hambatan dan mengelola ketidakpuasan yang mungkin akan Anda temui di perjalanan Anda? Selalu ada kritik, selalu ada hambatan, selalu ada pengorbanan. Itulah harga yang perlu Anda bayar untuk mewujudkan impian Anda.

Pertanyaan #8: Apakah saya bergerak mendekati impian saya?

Apakah hari ini Anda semakin mendekati impian Anda dibandingkan kemarin? Apakah Anda sudah mulai melakukan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mewujudkan impian Anda? Batu bata dari perwujudan impian adalah tindakan harian Anda. Setiap hari Anda perlu melangkah, merangkak, merayap mendekat ke impian Anda.

Pertanyaan #9: Apakah bekerja dalam mewujudkan impian saya membawa kepuasan batin?

Bahagia itu ada di perjalanannya. Impian hanyalah sebuah puncak gunung. Anda mendaki dan menaklukkannya, menikmatinya sejenak lalu Anda cari puncak gunung lainnya. Waktu Anda lebih banyak Anda habiskan untuk proses mewujudkan impian dibandingkan menikmatinya. Bila saat bekerja menuju impian Anda tidak merasakan kepuasan, mungkin Anda perlu mengidentifikasi impian lainnya. Perjalanan Anda menuju impian Anda perlu membawa kepuasan batin bagi Anda.

Pertanyaan #10: Apakah impian saya memberi manfaat bagi orang lain?

Banyak orang mengejar impiannya hanya untuk berjuang mempertahankan diri. Sebagian lagi, untuk mengejar kebanggaan dan pujian. Sebagian lagi untuk memberi manfaat yang lebih luas bagi sesama. Maka, dimanakah Anda? Apakah impian Anda bermanfaat bagi orang lain? Jika iya, untuk siapa? Mengapa? Jika impian Anda terlalu egois, Anda akan sulit mewujudkannya.

Inilah 10 pertanyaan untuk menguji impian Anda. Sudahkah impian Anda lulus dari 10 pertanyaan ini?

“Every great dream begins with a dreamer. Always remember, you have within you the strength, the patience, and the passion to reach for the stars to change the world.” ~Harriet Tubman

PS: Temukan strategi teruji untuk mewujudkan impian Anda, klik di sini. Masukkan kupon DISKON20 untuk mendapatkan diskon 20% (hanya berlaku sampai dengan 12 Agustus 2017).

[1] Maxwell, John C. 2009. Put Your Dream to The Test. Thomas Nelson.