3 Jurus Hypnowriting untuk Anda

Saya akan bagikan tiga jurus Hypnowriting yang dapat segera Anda manfaatkan. Langsung saja ya.

Jurus #1 – Awali dengan frasa “Banyak Orang”

Misal kita jualan buku. Lalu mengatakan/menuliskan: “Buku ini bagus loh” – kemungkinan besar alarm kritis orang lain akan menyala. Orang akan berpikir: “Iya lah namanya juga orang jualan, pasti bilang barangnya bagus.” Nah, supaya alarmnya nggak nyala, tambahkan frasa di atas.

Contoh:

“Banyak orang bilang kalau buku ini bagus”

Atau:

“Banyak orang yg sudah membeli buku ini mengatakan bahwa buku ini bagus”

Gimana rasanya? Beda kan?

Jadi frasa “banyak orang” ini menembus filter kritis pendengar/pembaca. Frasa ini bisa dimodifikasi dengan:

“Sebagian besar orang …”

“Pada umumnya orang …”

Dan kalimat lain yg maknanya sama. Mudah kan ya?

Jurus #2 – Menggunakan kutipan

Bisa dari riset, buku, tokoh atau siapapun. Misal kita mau mengatakan:

“Membacakan anak buku itu bermanfaat bagi perkembangan otak anak”

Kalau kita mengatakan seperti ini, orang akan mempertanyakan otoritas kita. Mereka tidak akan percaya begitu saja. Berbeda bila kita menggunakan kutipan. Misalnya:

“Dalam buku ‘Read Aloud’ disebutkan bahwa membacakan anak buku itu bermanfaat bagi perkembangan otak anak” atau:

“Banyak riset menyebutkan bahwa membacakan anak buku itu bermanfaat bagi perkembangan otak anak” atau:

“Guru saya berkata bahwa membacakan anak buku itu bermanfaat bagi perkembangan otak anak” atau:

“Teman baik saya berkata bahwa membacakan anak buku itu bermanfaat bagi perkembangan otak anak”

Semua kalimat ini lebih menghipnotis dibandingkan kalimat awal yg tanpa kutipan. Betul?

Jurus #3 – Gunakan frasa “Anda tentu tahu …”

Kalimat dasar:

“Buku adalah jendela pengetahuan”

Ditambah frasa di atas menjadi:

“Anda tentu tahu, buku adalah jendela pengetahuan”

Contoh lain:

“Anda tentu tahu, belajar hypnowriting itu penting. Apalagi jika Anda ingin sukses sebagai penjual”

“Anda tentu tahu, penjualan online tidak akan efektif kecuali kita bisa menggunakan kata-kata yg tepat”

Saya yakin, teman-teman semua menganggukkan kepala saat membaca kalimat contoh di atas. Benar kan?

Nah, inilah contoh penerapan Hypnowriting untuk menembus filter kritis pembaca sehingga ide yang kita sampaikan diterima oleh mereka tanpa penolakan. Bila tertarik mengetahui lebih lanjut tentang Hypnowriting, silakan kunjungi http://hypnowriting.co

Semoga bermanfaat.

P.S: Masih ada peluang untuk mendapatkan buku Hypnowriting dengan DISKON 40% + FREE ONGKIR, hubungi Indra melalui WhatsApp di link berikut ini: http://wa.igo.space/Yjov

Closing itu Penting

Sehebat apapun presentasi Anda, Anda tidak akan dibayar jika tidak berhasil menclosing penjualan secara efektif. Sehebat apapun cara promosi Anda, Anda tidak akan mendapatkan keuntungan sampai transaksi terjadi.  Sehebat apapun teknik persuasi Anda, Anda tidak akan mendapatkan penghasilan sampai prospek membeli dari Anda.

Tantangannya, prospek tidak akan membeli dari Anda sampai Anda memintanya. Prospek tidak akan tiba-tiba mengisi formulir pembelian sampai Anda mengarahkannya. Prospek tidak akan membayar Anda sampai Anda meminta mereka melakukannya.

Maka, menguasai teknik-teknik closing bukanlah hal yang sederhana. Sebagai seorang penjual, Anda wajib menguasainya secara mendalam. Dengan demikian, Anda dapat mengeksekusinya di lapangan sealamiah mungkin.

Untuk itulah saya membuat sebuah buku digital sederhana yang membahas tentang berbagai teknik closing yang terbukti ampuh dalam menghasilkan penjualan. Dalam buku ringkas ini, saya akan mengajarkan kepada Anda 8 teknik closing yang terbukti ampuh untuk menghasilkan penjualan. Namun sebelumnya, kita perlu memahami buying signal terlebih dahulu sehingga teknik closing yang kita eksekusi menjadi efektif.

Saya memberikan buku ini cuma-cuma bagi Anda. Bila tertarik mendapatkan, silakan klik tombol berikut ini.


 

Menjual itu Mudah

Semua orang menjual. Minimal, kita menjual ide kita pada orang lain. Dan itu kita lakukan setiap hari bukan? Saya sendiri mulai menjual untuk mendapatkan penghasilan sejak SMA kelas 3. Waktu itu, saya menjual buku-buku persiapan UMPTN ke teman-teman sekolah (Oya, UMPTN itu Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri, kalau sekarang istilahnya SNMPTN – itu juga kalau belum ganti istilah lagi, he 😀 )

Sejak mendapatkan uang dari kegiatan menjual, saya mulai jualan macam-macam produk mulai dari produk MLM sampai produk asuransi. Gurihnya penghasilan dari penjualan membuat saya ketagihan menjual. Bahkan, sampai hari ini saya pun masih melakukan kegiatan menjual dan mengelola tim penjualan.

Berdasarkan pengalaman, sebenarnya menjual itu mudah. Semudah belajar membaca. Ya, saya tahu, awalnya belajar membaca itu terasa sulit. Namun, setelah kita belajar dan praktek akhirnya jadi mudah bukan? Bahkan hari ini saya yakin Anda mampu membaca tanpa usaha keras lagi. Menjual juga demikian. Awalnya terasa sulit, namun pada satu titik Anda akan mampu menjual dengan begitu mudahnya seakan-akan tanpa usaha.

Nah, untuk sampai di level menjual itu mudah ternyata harus diawali satu sikap: saya suka menjual. Jika Anda suka menjual, suka dengan profesi penjualan, suka dengan produk yang Anda jual, saya yakin menjual itu akan menjadi mudah. Karena ternyata, dalam penjualan sikap bukan sekedar keterampilan yang menentukan kesuksesan dalam penjualan. Pertanyaannya, menurut Anda sikap-sikap apalagi yang diperlukan agar kita mampu menjual dengan mudah? saya tunggu jawaban Anda dengan mengisi komentar di bawah ini.