Dream Test: 10 Pertanyaan untuk Menguji Impian Anda

Setiap orang memiliki impian yang ingin ia wujudkan dalam hidupnya. Sayangnya tidak semua impian diciptakan sama. Ada impian yang dibangun di atas khayalan, sebagian lagi dibangun di atas realitas yang kokoh. Ada impian yang menciptakan ketakutan dan keputusasaan, ada pula impian yang menciptakan semangat dan harapan. Ada impian yang tak pernah menjadi kenyataan, ada pula impian yang perlahan-lahan menjelma menjadi nyata. Apa perbedaannya?

Pertanyaan ini kemudian dijawab oleh John C. Maxwell dalam bukunya: Put Your Dream to The Test[1]. Untuk mengubah impian menjadi kenyataan, kita perlu menjawab YA pada 10 pertanyaan yang diajukan di bawah ini.

Sebelum mulai, silakan pikirkan satu impian Anda, lalu tanyakan sepuluh pertanyaan berikut.

Pertanyaan #1: Apakah ini benar-benar impian saya?

Bila Anda ingin mewujudkan impian Anda, Anda perlu benar-benar memilikinya. Sesuatu yang benar-benar ingin Anda lakukan dan wujudkan. Impian Anda, bukan impian orangtua Anda, guru Anda atau orang lain. Jangan bandingkan impian Anda dengan impian orang lain. Anda dan mereka berbeda. Bila Anda tidak benar-benar memiliki impian Anda, Anda tidak akan bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya. Anda tidak akan bersedia membayar harganya.

Pertanyaan #2: Apakah saya dapat melihat dengan jelas impian saya?

Seperti apa kelihatannya? Semakin jelas maka akan semakin menarik dan semakin memotivasi Anda untuk mewujudkannya. Impian yang jelas akan memudahkan Anda dalam menetapkan prioritas. Impian yang jelas juga memudahkan Anda menyusun strategi untuk mewujudkannya. Sebaliknya, impian yang kabur tidak memotivasi Anda dan hanya menciptakan kebingungan.

Pertanyaan #3: Apakah impian itu ada di dalam kendali saya?

Apakah saya tidak bergantung pada orang lain untuk mewujudkannya? Apakah Anda membangun impian Anda di atas realitas yang kokoh bukan hanya di atas khayalan yang rapuh? Apakah Anda memulai tindakan dari kekuatan dan bakat Anda sendiri? Apakah Anda memiliki pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk membuatnya menjadi nyata? Bila tidak, dapatkah Anda mengembangkan dan melatihnya? Apakah Anda memiliki kebiasaan yang mendukung untuk mewujudkannya? Bila tidak, dapatkan Anda memulai kebiasaan itu? Sebuah impian akan lebih mudah terwujud bila dimulai dari apa yang benar-benar bisa Anda lakukan dengan baik. Sehingga Anda tidak menunda-nunda tindakan Anda. Anda dapat mulai bertindak sekarang.

Pertanyaan #4: Apakah saya memiliki energi untuk mencapainya?

Pikirkan salah satu pencapaian besar Anda. Berapa banyak energi yang Anda butuhkan untuk mencapainya? Apakah impian Anda benar-benar penting bagi Anda sehingga Anda memiliki energi yang cukup untuk mewujudkannya? Mewujudkan impian adalah sebuah perjalanan panjang. Anda memerlukan bahan bakar yang cukup selama perjalanan. Kunci awalnya adalah passion & preseverance, gairah dan ketekunan.

Pertanyaan #5: Apakah saya memiliki strategi untuk mencapainya?

Apakah Anda punya rencana kongkrit untuk mewujudkannya? Apakah Anda sudah mengidentifikasi langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk mencapainya? Tanpa rencana yang realistis, impian hanyalah impian. Tak akan pernah mewujud menjadi nyata dalam kehidupan Anda.

Pertanyaan #6: Apakah saya melibatkan orang lain yang dapat membantu saya?

Siapakah tim Anda? Siapakah pelatih Anda? Siapakah yang akan memantau kemajuan Anda> Siapa yang dapat mendukung dan membantu Anda? Bila Anda belum memiliki orang yang tepat dalam tim Anda, identifikasi orang-orang yang Anda perlukan, pikirkan bagaimana mereka dapat membantu Anda.

Pertanyaan #7: Apakah saya bersedia membayar harganya?

Semakin besar impian Anda, semakin besar harga yang perlu dibayarkan. Apakah Anda bersedia memberikan usaha terbaik dan bekerja keras mewujudkan impian Anda? Apakah Anda bersedia menghadapi hambatan dan mengelola ketidakpuasan yang mungkin akan Anda temui di perjalanan Anda? Selalu ada kritik, selalu ada hambatan, selalu ada pengorbanan. Itulah harga yang perlu Anda bayar untuk mewujudkan impian Anda.

Pertanyaan #8: Apakah saya bergerak mendekati impian saya?

Apakah hari ini Anda semakin mendekati impian Anda dibandingkan kemarin? Apakah Anda sudah mulai melakukan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mewujudkan impian Anda? Batu bata dari perwujudan impian adalah tindakan harian Anda. Setiap hari Anda perlu melangkah, merangkak, merayap mendekat ke impian Anda.

Pertanyaan #9: Apakah bekerja dalam mewujudkan impian saya membawa kepuasan batin?

Bahagia itu ada di perjalanannya. Impian hanyalah sebuah puncak gunung. Anda mendaki dan menaklukkannya, menikmatinya sejenak lalu Anda cari puncak gunung lainnya. Waktu Anda lebih banyak Anda habiskan untuk proses mewujudkan impian dibandingkan menikmatinya. Bila saat bekerja menuju impian Anda tidak merasakan kepuasan, mungkin Anda perlu mengidentifikasi impian lainnya. Perjalanan Anda menuju impian Anda perlu membawa kepuasan batin bagi Anda.

Pertanyaan #10: Apakah impian saya memberi manfaat bagi orang lain?

Banyak orang mengejar impiannya hanya untuk berjuang mempertahankan diri. Sebagian lagi, untuk mengejar kebanggaan dan pujian. Sebagian lagi untuk memberi manfaat yang lebih luas bagi sesama. Maka, dimanakah Anda? Apakah impian Anda bermanfaat bagi orang lain? Jika iya, untuk siapa? Mengapa? Jika impian Anda terlalu egois, Anda akan sulit mewujudkannya.

Inilah 10 pertanyaan untuk menguji impian Anda. Sudahkah impian Anda lulus dari 10 pertanyaan ini?

“Every great dream begins with a dreamer. Always remember, you have within you the strength, the patience, and the passion to reach for the stars to change the world.” ~Harriet Tubman

PS: Temukan strategi teruji untuk mewujudkan impian Anda, klik di sini. Masukkan kupon DISKON20 untuk mendapatkan diskon 20% (hanya berlaku sampai dengan 12 Agustus 2017).

[1] Maxwell, John C. 2009. Put Your Dream to The Test. Thomas Nelson.

12 Strategi Melipatgandakan Penjualan

Saya banyak membaca buku tentang bisnis. Jika saya ditanya, apa saja buku bisnis terbaik yang pernah saya baca, saya akan jawab dengan dua judul buku: The Ultimate Sales Machine dan The Duct Tape Marketing.

12-Strategi-Melipatgandakan-Penjualan

Saya akan ceritakan tentang buku pertama: The Ultimate Sales Machine (terjemahannya kurang lebih: Mesin Penjualan Terhebat). Buku ini ditulis oleh Chet Holmes, seorang konsultan penjualan yang dipercaya oleh 60 perusahaan Fortune 500 (baca: 500 perusahaan terbaik di Amerika Serikat). Buku ini mengajarkan 12 strategi untuk membawa bisnis Anda ke tingkatan berikutnya. Menurut Chet Holmes, setiap bisnis dapat melipatkan penjualannya dua kali lipat hanya dengan menerapkan salah satu dari 12 strategi ini.

12 Strategi tersebut adalah:

  1. Manajemen Waktu – Bagaimana memaksimalkan produktivitas Anda dan membantu tim Anda untuk melakukan hal yang sama.
  2. Pelatihan rutin – Menciptakan standar yang lebih tinggi dan men-tune up mesin penjualan Anda.
  3. Rapat efektif – Bagaimana bekerjasama untuk meningkatkan setiap aspek dari perusahaan Anda menggunakan pertemuan yang efektif.
  4. Strategi yang brilian – Bagaimana melipatgandakan dampak dari setiap tindakan yang Anda lakukan.
  5. Merekrut superstar – Bagaimana mengakselerasi pertumbuhan Anda dengan memanfaatkan bakat potensial di setiap level.
  6. Seni mendapatkan pembeli terbaik – Cara tercepat dan termurah untuk meningkatkan penjualan secara dramatis.
  7. Kendaraan Pemasaran – Bagaimana meningkatkan setiap aspek dari usaha pemasaran Anda.
  8. Presentasi Visual – Menarik dan mendapatkan pembeli lebih banyak dengan menggunakan tampilan visual yang menarik.
  9. Impian 100 – Taktik harian langkah demi langkah untuk mendapatkan klien impian Anda.
  10. Sales Skill – semakin dalam, semakin banyak yang Anda jual.
  11. Follow Up – Bagaimana mempertahankan klien Anda selamanya dan meningkatkan profit secara dramatis.
  12. Goal Setting – menetapkan tujuan, mengukur efektivitas dan mengaktifkan rencana utama Anda.

Saya sudah buat penjelasan masing-masing strategi dalam resume buku The Ultimate Sales Machine yang saya buat. Bila tertarik untuk mendapatkannya silakan kunjungi www.BedahBukuBisnis.com

Apa itu Kebahagiaan?

Ketika orang bertanya, apa itu sukses? jawaban termudahnya: sukses adalah bahagia. Tidak heran, ketika orangtua menasihati anaknya, seringkali mereka berkata: “Kami ingin kamu bahagia” – pertanyaannya, apakah yang dimaksud dengan kebahagiaan? Apakah semua kebahagiaan bernilai sama?

apa-itu-kebahagiaan

Richard Shell dalam bukunya “Springboard: Launching Your Personal  Success” mengatakan tidak semua kebahagiaan diciptakan sama. Menurutnya, ada tiga macam kebahagiaan.

Kebahagiaan Pertama: Momentary Happiness.

Ini adalah kebahagiaan yang kita rasakan saat kita menikmati momen demi momen saat ini. Kebahagiaan saat kita melakukan sesuatu, apapun itu. Entah ngobrol dengan teman, jalan-jalan bersama keluarga, ngopi atau sekadar menikmati makanan yang enak… lalu kita merasakan emosi positif, emosi bahagia – ini yang kita sebut dengan momentary happiness.

Kunci untuk mendapatkan momentary happiness adalah fokus di sini saat ini, menikmati apapun yang kita kerjakan saat ini.

Kebahagiaan Kedua: Overall Happiness.

Overall Happiness adalah kebahagiaan yang kita rasakan saat menjawab pertanyaan: apakah hidupku bahagia? Ini adalah kesimpulan umum dan penilaian positif terhadap keseluruhan hidup kita. Kita melihat masa lalu dan “melihat” masa depan, lalu mengevaluasi secara keseluruhan dan Anda merasa puas – inilah kebahagiaan yang kedua.

Menurut riset, ada empat hal yang dapat meningkatkan kebahagiaan jenis kedua ini.

  • Kesehatan yang baik.
  • Terwujudnya sebuah tujuan jangka panjang.
  • Hubungan baik dengan pasangan.
  • Menghasilkan banyak uang (jadi, kata siapa uang tidak bisa membeli kebahagiaan? haha)

Kebahagiaan Ketiga: Deep Happiness

Kebahagiaan yang muncul saat kita menyadari makna hidup kita. Saat kita merasa terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari kita. Saat kita mendapatkan makna dari apa yang kita lakukan setiap hari. Memiliki pekerjaan yang bermakna adalah salah satu sarana mendapatkan kebahagiaan jenis ini.

Refleksi:

  • Apakah Anda merasa bahagia saat ini?
  • Dari ketiga jenis kebahagiaan di atas, kebahagiaan mana yang lebih sering Anda rasakan?
  • Bagaimana agar Anda semakin sering merasa bahagia? Apa saja yang dapat Anda lakukan?