Bedah Buku Bisnis “The Go Giver”

Buku “The Go Giver” berisi sebuah fabel tentang Joe, seorang pria muda yang ambisius dan cekatan. Joe adalah seseorang yang sangat mendambakan kesuksesan. Namun, semakin bekerja keras ia justru semakin jauh dari kesuksesan yang ia dambakan.

Joe merasa membutuhkan Pengaruh dan Daya Ungkit untuk sukses. Namun, dia putus asa bagaimana menemukannya.

Sampai kemudian ia bertemu dengan seorang Pindar, seorang pebisnis sukses berumur 60-an yang kini menggunakan waktunya untuk berbagi kepada para CEO di Fortune 500 (500 perusahaan terbaik di AS).

Pindar mengatakan hanya ada satu kunci kesuksesan: memberi.

Selama satu minggu, Pindar mengenalkan Joe kepada para “sang pemberi.” Sampai akhirnya, Joe memahami 5 Hukum Kesuksesan Tertinggi.

Simak penjelasannya di video berikut ini…

Apa itu Kebahagiaan?

Ketika orang bertanya, apa itu sukses? jawaban termudahnya: sukses adalah bahagia. Tidak heran, ketika orangtua menasihati anaknya, seringkali mereka berkata: “Kami ingin kamu bahagia” – pertanyaannya, apakah yang dimaksud dengan kebahagiaan? Apakah semua kebahagiaan bernilai sama?

apa-itu-kebahagiaan

Richard Shell dalam bukunya “Springboard: Launching Your Personal  Success” mengatakan tidak semua kebahagiaan diciptakan sama. Menurutnya, ada tiga macam kebahagiaan.

Kebahagiaan Pertama: Momentary Happiness.

Ini adalah kebahagiaan yang kita rasakan saat kita menikmati momen demi momen saat ini. Kebahagiaan saat kita melakukan sesuatu, apapun itu. Entah ngobrol dengan teman, jalan-jalan bersama keluarga, ngopi atau sekadar menikmati makanan yang enak… lalu kita merasakan emosi positif, emosi bahagia – ini yang kita sebut dengan momentary happiness.

Kunci untuk mendapatkan momentary happiness adalah fokus di sini saat ini, menikmati apapun yang kita kerjakan saat ini.

Kebahagiaan Kedua: Overall Happiness.

Overall Happiness adalah kebahagiaan yang kita rasakan saat menjawab pertanyaan: apakah hidupku bahagia? Ini adalah kesimpulan umum dan penilaian positif terhadap keseluruhan hidup kita. Kita melihat masa lalu dan “melihat” masa depan, lalu mengevaluasi secara keseluruhan dan Anda merasa puas – inilah kebahagiaan yang kedua.

Menurut riset, ada empat hal yang dapat meningkatkan kebahagiaan jenis kedua ini.

  • Kesehatan yang baik.
  • Terwujudnya sebuah tujuan jangka panjang.
  • Hubungan baik dengan pasangan.
  • Menghasilkan banyak uang (jadi, kata siapa uang tidak bisa membeli kebahagiaan? haha)

Kebahagiaan Ketiga: Deep Happiness

Kebahagiaan yang muncul saat kita menyadari makna hidup kita. Saat kita merasa terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari kita. Saat kita mendapatkan makna dari apa yang kita lakukan setiap hari. Memiliki pekerjaan yang bermakna adalah salah satu sarana mendapatkan kebahagiaan jenis ini.

Refleksi:

  • Apakah Anda merasa bahagia saat ini?
  • Dari ketiga jenis kebahagiaan di atas, kebahagiaan mana yang lebih sering Anda rasakan?
  • Bagaimana agar Anda semakin sering merasa bahagia? Apa saja yang dapat Anda lakukan?

Apa itu Sukses?

Bulan lalu saya membaca sebuah buku menarik karya Richard Shell. Beliau adalah profesor di The Wharton School of the University Pennsylvania juga founder dari Success Course di tempat yang sama. Bukunya berjudul “SPRINGBOARD: Launching Your Personal Success.”

Buku ini menarik karena berbeda dengan buku-buku kesuksesan yang pernah saya baca sebelumnya. Biasanya buku tentang sukses mengajarkan tentang X langkah untuk menjadi sukses. Buku ini tidak mengajarkan yang demikian. Karena menurut Shell, tidak ada langkah yang sama untuk orang yang berbeda. Namun demikian buku ini memberikan pondasi yang kuat dan pemahaman yang utuh bagi pembacanya tentang kesuksesan.

apa-itu-sukses

Mengapa saya katakan demikian? Karena setidaknya buku ini mengeksplorasi 2 PERTANYAAN BESAR tentang SUKSES.

  • Pertama, apa itu sukses?
  • Kedua, bagaimana saya akan mencapainya?

Dalam artikel ini, kita akan mulai dengan menjawab pertanyaan pertama: Apa itu Sukses?

Jawaban Pertama: Sukses adalah kebebasan untuk memilih bagaimana Anda akan menjalani hidup Anda. Menjalani kehidupan yang Anda inginkan, bukan orang lain inginkan. Steve Jobs mengatakan:

“Waktu Anda terbatas, jangan membuangnya dengan menjalani kehidupan orang lain… jangan biarkan pendapat orang lain mengeringkan suara hati Anda. Dan yang terpenting, milikilah keberanian untuk mengikuti hati dan intuisimu. Mereka (hati dan intuisimu), entah bagaimana, sudah mengetahui Anda ingin menjadi orang yang seperti apa”

Ketika memilih kehidupan kita sendiri, kita perlu menyadari bahwa SUKSES memiliki 2 sisi:

  • Pertama, kepuasan batin (inner fulfillment)
  • Kedua, pencapaian luar (outer achievement)

Sukses yang sebenarnya adalah keseimbangan kedua sisi ini. Banyak orang yang terlihat sukses dari luar, namun batinnya kering. Sebaliknya, banyak juga orang yang merasa puas batinnya, namun dia tidak mencapai apa-apa dalam hidupnya. Sukses yang sebenarnya adalah keseimbangan di antara dua hal ini.

Untuk mencapai keseimbangan itu, kita perlu menyadari bahwa:

  • Sukses dicapai dengan tindakan yang melibatkan “trial and error” – tidak cukup dicapai hanya dengan berpikir dan berkontemplasi saja.
  • Tetapkanlah tujuan yang merefleksikan nilai-nilai yang Anda yakini. Untuk itulah, Anda perlu mengenali apa standar sukses di keluarga dan masyarakat Anda, lalu tetapkanlah standar sukses Anda sendiri.
  • Sukses itu multidimensi – tidak hanya terkait karier atau pekerjaan saja.
  • Sukses bukanlah tujuan, melainkan perjalanan. Anda menuju satu tempat, menikmatinya, lalu bergerak menuju tempat lainnya.

Maka, sudahkah Anda menjalani kehidupan yang Anda inginkan? Kehidupan yang mencerminkan nilai-nilai dan keyakinan Anda?