Antara Bahasa dan Kata

Berbahasa adalah kemampuan unik yang dimiliki oleh manusia. Hewan memang mampu berkomunikasi antar sesamanya, mereka memiliki kemampuan bahasa. Namun kemampuan bahasa mereka berbeda dengan manusia. Kemampuan bahasa manusia bersifat produktif. Dia berkembang dari waktu ke waktu. Sementara bahasa hewan sejak Nabi Adam sampai hari ini tidak berubah dan berkembang. Inilah yang mendasari munculnya kajian bahasa (linguistik) dalam peradaban manusia. Berbeda dengan hewan, sampai hari ini kita belum mendengar kajian linguistik dalam peradaban hewan.

Salah satu keunikan manusia dalam berbahasa adalah kemampuan kita memproduksi kata. Ini tidak dimiliki oleh peradaban hewan. Kita menggunakan “kata” sebagai simbol yang mewakili kenyataan. Tentu saja, kita tidak akan memahami makna sebuah kata bila kita tidak memiliki referensi terkait dengan kata tersebut. Setiap kata merujuk pada referen tertentu, inilah yang membuat kita memahaminya[1].

Saat saya mengatakan “kuda” – tentu saja Anda dengan mudah memahami maknanya. Kuda adalah binatang berkaki empat,┬áberkuku satu, menyusui, biasa dipiara orang sebagai kendaraan (tunggangan, angkutan) atau penarik kendaraan dan sebagainya. Anda memahami kata kuda karena Anda bisa memikirkan atau membayangkannya. Anda bisa memikirkan atau membayangkan kata kuda karena Anda pernah melihat kuda secara nyata (secara langsung atau melalui rekaman gambar/video).

Berbeda bila saya mengatakan “cheval” – apa yang muncul dalam pikiran Anda? Apakah Anda memahami apa yang saya maksud? Kecuali Anda paham bahasa Perancis, barulah Anda memahaminya.

Nah, dari sini Anda bisa lihat dengan jelas. Kata sangat terkait dengan konsep (makna di dalam pikiran). Sementara konsep terkait dengan realita. Inilah sebabnya saat seseorang menguasai disiplin ilmu tertentu ia, akan memahami kosakatanya – istilah-istilahnya. Maka, menarik ketika saya mendengar seseorang yang belajar bisnis kemudian dia berkata: “pusing ah, nggak ngerti, terlalu banyak istilah” – ini tandanya dia memang belum paham, makanya perlu belajar. Kita perlu memahami konsep di balik istilah tersebut, dan kita perlu memahami contoh nyata (realita) yang diwakili oleh konsep tersebut. Sebaliknya, jika kita adalah seorang pengajar, pastikan saat kita mengenalkan istilah baru, jelaskan pula konsep di baliknya. Jangan lupa ceritakan contoh nyata (realita) yang diwakili oleh konsep itu.

Ya, salah satu cara termudah untuk menguasai sebuah pengetahuan adalah memiliki kosakata (perbendaharaan kata) yang banyak tentang keahlian tersebut. Ketika Anda berniat terjun di dunia bisnis, kuasailah kosakata yang berkaitan dengan bisnis hingga Anda tidak asing lagi dengan kosakata tersebut. Ingin menjadi Investor sukses? kuasailah kosakata yang berkaitan dengan investasi. Ingin kaya? Kuasai kosakata orang-orang kaya. Semakin kaya kosakata Anda, semakin kaya cara berpikir Anda.

Catatan Kaki:

[1] cheval berarti kuda dalam bahasa Perancis.