Flow: Rahasia Keunggulan dan Kejeniusan

Pernahkah Anda melakukan sebuah kegiatan begitu asyiknya sampai lupa waktu? Pernahkah Anda mengerjakan sebuah pekerjaan begitu larutnya sehingga semua terselesaikan dengan begitu mudahnya, kemampuan Anda nampak keluar mengalir begitu saja? Pernahkah Anda mengalami sebuah aktivitas yang menuntut diri Anda untuk mengeluarkan seluruh potensi Anda namun Anda tidak merasakan stress maupun burn out sesudahnya?

Kondisi optimal seperti inilah yang diistilahkan dengan flow oleh Prof. Mihaly Csikszentmihalyi. Ciri utama flow adalah engagement – keterlibatan. Kita begitu terlibat dengan apa yang kita kerjakan sehingga kita secara alamiah mampu mengeluarkan seluruh potensi diri kita.

Bagi seorang pekerja kreatif, flow akan membantu banyak hal.

  • Flow membantu penulis untuk menuliskan ide di dalam benaknya dengan lebih mudah.
  • Flow membantu atlit untuk perform dalam sebuah pertandingan.
  • Flow membantu artis untuk tampil dalam sebuah pertunjukan.

Sebaliknya saat kita stuck dalam melakukan sesuatu, bisa jadi karena kita tidak mampu mengakses kondisi flow.

Ada dua elemen yang perlu diperhatikan agar kita berada di kondisi flow.

  • Pertama, challange – tingkat kesulitan dari tugasnya.
  • Kedua, ability – tingkat kemampuan kita untuk mengerjakan tugasnya.

Bila tugasnya terlalu sulit sementara kemampuan kita rendah maka akan muncul kecemasan. Kita cemas sampai akhirnya tidak melakukan apa yang perlu dilakukan. Sebaliknya bila tugasnya terlalu mudah sementara kemampuan kita tinggi maka akan muncul kebosanan.

Kita dapat menerapkan prinsip yang sama saat menetapkan sebuah tujuan. Tetapkan tujuan yang menantang – tidak terlalu sulit namun tidak terlalu mudah juga dan pastikan kita memiliki kemampuan untuk melakukannya. Misalnya, seorang penulis, bila menulis 300 kata per hari nampak terlalu mudah. Coba kita tingkatkan tantangannya menjadi 1000 kata per hari.

Dalam konsep NLP, kondisi flow dikenal dengan istilah genius state. Apa yang dimaksud dengan state? State adalah keadaan pikiran, emosi dan fisiologi tertentu. Flow disebut sebagai genius state karena flow adalah keadaan pikiran, emosi dan fisiologi para jenius saat mencipta karya. Hanya dengan flow kita dapat mengakses kejeniusan kita. Tanpa flow, kejeniusan akan lenyap begitu saja.

Menariknya, dalam konsep NLP, segala macam state dapat disimpan dan dipanggil ulang. Istilah teknisnya di-anchor. Ketika kita membuat anchor untuk sebuah state, maka kita bisa memunculkannya kapanpun kita menginginkannya. Dan kita dapat meng-anchor state apapun: tenang, bahagia, khusyu’. Termasuk juga genius state alias flow, kita dapat membuat anchor-nya. Sehingga kapanpun kita memerlukannya, kuta dapat memanggilnya kembali. Menarik? Di kelas NLP Essential Anda akan berlatih bagaimana melakukan proses anchoring ini.

Mungkin Anda bertanya-tanya: semudah itu kah? Ya, tentu saja akan mudah bila kita terlatih untuk melakukannya. Anchoring adalah sebuah keahlian, dia tidak akan mudah kita lakukan tanpa kita melatihnya. Itulah sebabnya berlatih skill ini tidak berhenti di kelas NLP Essential, para alumni diberikan wadah practice group rutin untuk melatih apa yang sudah dipelajari di kelas secara berulang-ulang seumur hidup secara gratis! Harapannya, kita belajar NLP tidak hanya di level tahu saja. Namun naik ke level paham dan secara mantap bergerak ke level mampu menerapkan. Sedikit pengetahuan bisa menyesatkan bukan?

 

P.S. Kelas NLP Essential kini bisa diikuti di lima kota: Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya, Malang. Practice Group rutin juga diadakan di kota-kota tersebut. Bila tertarik mendapatkan info lebih lanjut terkait pelatihan NLP Essential, silakan klik di sini.