Lean Thinking: Mura, Muri, Muda

Mura, muri, muda adalah konsep utama dalam Toyota Production System. Tiga hal inilah yang berusaha dieleminasi pada sebuah aktivitas/proses bisnis. Menghilangkan mura, muri, dan muda adalah kunci untuk menghasilkan kualitas yang konsisten.

Mura

Mura berarti ketidakmerataan atau inkonsistensi dalam proses, produksi atau layanan. Biasanya hal ini terjadi karena kita tidak memiliki standar yang dapat diikuti. Misalnya, kita punya dua armada. Armada pertama diberi jatah untuk mengangkut 2 ton, sementara armada kedua mengangkut 5 ton. Di sini terjadi mura pada armada kedua. Ini perlu dihilangkan. Inkonsistensi dalam layanan juga contoh dari mura.

Muri

Muri berarti beban berlebih melampaui kapasitas. Memberi tekanan berlebih pada orang maupun alat. Misalnya, sebuah truk kapasitas angkutnya 8 ton, namun kita memberinya beban 9 ton. Ini adalah beban yang melampaui kapasitasnya. Efeknya, truk ini akan lebih cepat rusak dibandingkan standar truk pada umumnya. Contoh lain lagi, karyawan normal bekerja 8 jam sehari, namun kita memaksanya untuk bekerja 12 jam per hari. Sudah dipastikan kualitas kerjanya akan semakin berkurang. Muri juga dapat terjadi bila karyawan tidak memiliki skill yang diperlukan atau menggunakan alat bantu yang tidak tepat untuk menyelesaikan tugasnya.

Muda

Muda berarti pemborosan sumberdaya (waktu, tenaga dan uang). Segala aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Misalnya, karyawan yang diberi gaji setiap bulan namun dia tidak memberi nilai tambah apapun pada perusahaan. Menurut Taiichi Ohno, ada tujuh kategori pemborosan. Dalam perjalanannya, orang-orang menambahkan satu kategori tambahan: non-used talent. Sehingga sekarang dikenal ada delapan kategori pemborosan. Untuk memudahkan, kita bisa menyingkatnya dengan DOWNTIME. Berikut daftarnya:

  1. Defects; produk rusak dan cacat. Pengerjaan ulang di dalam sebuah proses. Contoh lain: Salah invoice, salah catat, typo pada iklan, salah rancang.
  2. Overproduction; produksi berlebih melampaui yang konsumen butuhkan.
  3. Waiting; waktu menunggu mesin menyelesaikan produksinya, menunggu produk/bahan baku datang dan aktivitas menunggu lainnya.
  4. Non-used Talent; bakat yang disia-siakan. Karyawan yang memiliki kompetensi melebihi dari kebutuhan atau sebaliknya, karyawan yang tidak kompeten.
  5. Transportation; pergerakan produk antara operasi satu ke operasi lainnya.
  6. Inventory; penumpukan persediaan, entah dalam bentuk bahan baku, produk jadi maupun produk setengah jadi.
  7. Motion; gerakan fisik orang atau mesin ketika melakukan operasi. Termasuk di dalamnya kesibukan yang tidak produktif dan proses mencari barang yang tidak disimpan pada tempatnya.
  8. Excess-processing; proses/operasi/aktivitas yang berlebihan melampaui apa yang konsumen perlukan. Proses yang terlalu kompleks namun tidak menambah nilai pada konsumen.

Menemukan dan menghilangkan muda sangat penting jika Anda ingin mengurangi biaya, meningkatkan efisiensi, dan meningkatkan keuntungan. Namun, jika Anda juga tidak menyasar mura dan muri, manfaat ini tidak akan tersampaikan secara konsisten kepada konsumen. Bahkan bisa jadi akan memudar seiring berjalannya waktu.

“Pemborosan terbesar adalah pemborosan yang tidak terlihat oleh mata” ~Taiichi Ohno