Mengenal dan Memahami Mindfulness

“Lose your mind and come to your senses.” ~ Fritz Perls

Beberapa waktu terakhir istilah mindfulness menjadi cukup populer. Banyak orang mengatakan, mindfulness-lah yang diperlukan di zaman yang penuh distraksi saat ini. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan mindfulness? Bagaimana hal ini bermanfaat bagi kita? Kita akan membahasnya di artikel ini.

Istilah mindfulness sebenarnya istilah lawas, sudah dikenal sejak abad ke-15. Kita bisa menerjemahkan mindfulness dengan kesadaran penuh. Beberapa tahun terakhir istilah mindfulness menjadi populer setelah Jon Kabat-Zin mengkampanyekannya secara luas. Kabat-Zinn adalah seorang profesor di Fakultas Kedokteran  Universitas Massachusetts. Dia dikenal sebagai pendiri program Mindfulness-based Stress Reduction (MBSR). Program ini terlibat secara intens dalam berbagai riset terkait mindfulness.

Apa saja manfaat mempraktikkan mindfulness? Dari berbagai riset terkait, mempraktikkan mindfulness terbukti:

  • Mengurangi kadar stress.
  • Meningkatkan kemampuan regulasi dan kendali diri.
  • Menurunkan kecemasan dan depresi.
  • Meningkatkan kinerja pegawai.
  • Meningkatkan kemampuan membangun relasi.

Dan masih ada banyak lagi manfaat dari mempraktikkan mindfulness ini.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud mindfulness ini? Apakah yang dimaksud dengan kesadaran penuh itu?

Jon Kabat-Zinn menjelaskan dengan sangat apik:

“Mindfulness means paying attention in a particular way: on purpose, in the present moment, and non-judgmentally.”

Dari definisi ini kita dapat simpulkan bahwa kunci dari mindfulness adalah memberikan perhatian (atensi) dengan cara tertentu. Perhatian adalah pintu menuju kesadaran. Kita tidak akan menyadari apa yang terjadi pada diri kita tanpa memberikan perhatian kepadanya. Namun, perhatian yang kita berikan perlu dilakukan dengan cara tertentu yaitu: on purpose (secara sengaja; diniatkan), in the present moment (pada saat ini), non-judgmentally (tanpa menghakimi).

Paying Attention on Purpose

Mindfulness adalah tentang memberikan perhatian secara disengaja, artinya memang kita menyengajakan diri dalam memberikan perhatian pada sesuatu. Misalnya, saat Anda membaca tulisan ini, apakah Anda menyadari apa yang Anda baca? Atau Anda hanya membacanya secara otomatis? Sebagian besar pikiran, perasaan dan perilaku kita terjadi secara otomatis. Sampai-sampai kita lupa memperhatikannya. Mempraktikkan mindfulness artinya memperhatikan diri kita secara sengaja. Mendengarkan apa yang dikatakan orang lain secara penuh perhatian. Mencermati perilaku kita sendiri secara sadar.

Paying Attention in The Present Moment

Mindfulness adalah tentang memberikan perhatian pada saat ini. Bukannya melayang-layang ke masa depan ataupun ke masa lalu. Memberikan perhatian pada apa yang ada, bukan apa yang belum/tidak ada. Hadir utuh, di sini saat ini. Saat Anda makan, makanlah secara sadar. Nikmati apa yang ada di depan Anda. Tanpa memikirkan nanti siang makan apa… besok menunya apa. Cukup nikmati apa yang ada saat ini. Menurut sebuah riset, kemampuan untuk memberikan perhatian pada saat ini adalah kunci kebahagiaan (saya pernah menuliskan artikelnya di sini).

Non Judgmentally

Mindfulness adalah tentang tidak melabeli apapun yang kita alami saat ini. Entah dengan label baik-buruk atau benar-salah. Cukup memperhatikan dan mengalaminya secara sadar penuh. Bukan berarti kita menjadi pribadi yang apatis. Melainkan membiarkan diri kita melihat, mendengar dan merasakan secara utuh terlebih dulu sebelum kita memutuskan apa yang perlu kita lakukan padanya.

Inilah mindfulness. Sebuah keadaan saat kita kita hadir utuh di sini saat ini. Memberikan perhatian penuh pada diri kita atau seseorang/sesuatu di depan kita. Menyadari penuh diri dan lingkungan di sekitar kita. Melihat, mendengar dan merasa apa adanya tanpa berusaha menilai dan menghakiminya.