Neuroselling: Taktik Jualan ke Tiga Otak

Artikel kali ini masih membahas tentang aplikasi neurosains dalam penjualan. Saya menyebutnya sebagai Neuroselling. Do’akan agar buku terkait ini segera terbit 😊

Melanjutkan bahasan kemarin, untuk mengirimkan pesan, kita perlu menarik perhatian otak reptil. Kita perlu memenangkan mereka. Bila tidak dimenangkan, otak reptil akan berbalik menyerang Anda. Ada empat prinsip yang perlu kita perhatikan untuk memenangkan otak reptil. Semua ini terkait dengan insting untuk bertahan hidup. Saya merangkumnya dalam kata SAVE.

  • Simplicity (Kesederhanaan)
  • Avoid Pain (Menghindari Rasa Sakit)
  • Visual (Bersifat visual)
  • Egocentrism (Egosentris – berorientasi pada diri sendiri)

Mari kita bahas satu per satu.

Simplicity

Berpikir mengeluarkan energi, ini bertentangan dengan prinsip survival-nya otak reptil. Tak heran bila otak reptil tidak suka dengan proses berpikir. Mereka hanya akan mengingat awal dan akhir dari sebuah proses komunikasi. Bila awal dan akhir pesan kita tidak kuat, maka pesan kita tidak akan melekat. Jika pesan yang Anda buat membuat mereka berpikir terlalu keras, otak reptil mereka akan resisten dengan pesan yang Anda kirimkan.

Avoid Pain

Otak reptil sangatlah primitif. Mereka tidak tertarik mendapatkan manfaat, mereka lebih tertarik menghindari rasa sakit. Fokus mereka bertahan hidup. Apa rasa sakit yang dapat ‘disembuhkan’ oleh produk Anda?

Visual (Contast & Concrete)

Otak reptil tidak memahami bahasa verbal. Mereka hanya memahami bahasa visual. Maka, optimalkan: gambar, gerakan dan kontras. Tunjukkan dengan gambar, gerakan dan kontras bahwa produk Anda dapat membantu mereka memecahkan masalah mereka.

Otak reptil juga fokus pada hal-hal yang kongkrit. Mereka tidak peduli dengan ide-ide yang abstrak. Contoh, ilustrasi, cerita akan membantu otak reptil calon pembeli Anda untuk mengambil keputusan. Semakin mudah divisualisasikan, semakin tertarik otak reptil memperhatikan.

Egocentrism

Fokus dari otak reptil adalah: saya, saya, dan saya. Mereka tidak peduli dengan orang lain. Mereka hanya peduli pada diri sendiri. Maka, dalam promosi atau penjualan, fokuslah pada mereka (target market Anda). Jangan sampai Anda salah fokus mempromosikan diri Anda. Mereka tidak peduli produk Anda sehebat apa, mereka tidak peduli produk Anda secanggih apa. Mereka hanya peduli apa yang produk Anda dapat lakukan untuk mereka. Maka, sebanyak mungkin gunakan kata “Anda,” dan sesedikit mungkin gunakan kata “saya.”

Setelah menggunakan prinsip SAVE, barulah kita tambahkan prinsip ME untuk menyasar neokorteks dan limbik.

  • Meaning (makna)
  • Emotion (emosi)
Meaning

Pastikan semua yang Anda sampaikan masuk akal dan bermakna bagi prospek Anda. Tambahakan data, statistik, dan alasan-alasan logis yang mendukung klaim Anda. Data dan fakta semacam ini semacam garam dalam masakan, tambahkan dalam penjualan Anda namun jangan terlalu banyak. Makanan yang terlalu asin malah tidak menarik untuk dinikmati.

Emotion

Terakhir tambahkan bumbu emosi dalam pesan penjualan Anda. Orang membeli karena emosi, bukan karena logika. Saat emosi tersentuh, keputusan pembelian akan terjadi. Cara termudah melibatkan emosi dalam penjualan adalah dengan menggunakan certa (story telling). Cerita dapat menyentuh emosi dengan cepat. Cerita juga lebih mudah diingat dan lebih mudah disebarluaskan (memiliki potensi viral).

Inilah enam prinsip menjual ke tiga otak prospek Anda. Cukup ingat rumus SAVE-ME, mudah kan? 😉

 

P.S. Kalau saya bahas lebih detail masing-masing prinsip di atas, apakah menarik? Jika ada lebih dari 30 komen di kolom komentar di bawah ini, saya akan tuliskan lebih mendetail disertai contoh-contohnya insyaallah.

  • Pandu Pertiwi

    Menarik kang… Siap nyimak detail nya…

  • Kiswantoro

    Sangat..sangat menarik coach..:)