Sebelum Anda Mengubah Arah Karier Anda

Saya punya seorang kawan yang memiliki pengalaman puluhan tahun di bidang pemasaran. Suatu hari dia memutuskan untuk banting setir ke bidang pelatihan. Sayangnya dia melatih psikoterapi (yang mana ini adalah passion-nya menurutnya) bukannya pemasaran. Dia membuang modal kariernya puluhan tahun dan masuk ke dunia yang baru. Wajar bila sekrang ia bergulat dan bekerja keras di bidang ini. Kompetensi, koneksi, dan reputasi dia di bidang pemasaran dia tidak manfaatkan dengan baik. Mungkin, bila ia masuk ke bidang pelatihan pemasaran ceritanya akan berbeda.

Sebelum-Anda-Mengubah-Arah-Karier-Anda

The Adjacent Possible

Terobosan ilmiah, inovasi, ide besar, kemajuan sains dan teknologi tidak pernah keluar dari ruang The Adjacent Possible (kemungkinan yang berdekatan), demikian kata Steven Johnson[1]. Kita menggunakan ide-ide yang sudah ada dan mengkombinasikannya untuk menciptakan sebuah ide baru. Sayangnya, The Adjacent Possible hanya bisa diakses oleh orang-orang terdepan di bidang tersebut. Anda perlu menjadi seorang ahli terlebih dulu untuk memasuki wilayah The Adjacent Possible dan menemukan ide-ide terobosan. Dalam bahasa yang sederhana: jadilah hebat di bidang Anda dan hal-hal besar akan terjadi.

Bila kawan saya memahami konsep The Adjacent Possible, mungkin saja dia akan mengalami terobosan karier. Misalnya dengan menciptakan pelatihan “Marketing Therapy” atau “Sales Therapy.” Mengkombinasikan modal kariernya di pemasaran dengan minatnya di psikoterapi. Bukan membuang begitu saja modal kariernya di bidang pemasaran untuk mengejar passionnya semata.

Inilah sebabnya mengapa saya selalu bilang, “Jangan buru-buru meninggalkan pekerjaan Anda sekarang dengan alasan: bukan passion saya”. Apalagi sampai membakar kapal dan meninggalkan segala sesuatu yang sudah menghidupi Anda selama ini. Risikonya terlalu besar. Alternatifnya, tetap kerjakan pekerjaan Anda saat ini dengan profesional. Jadikan passion Anda sebagai pekerjaan sampingan. Uji, berapa banyak orang yang mau membayar Anda.

Saya sadar, seseorang mengejar passion-nya karena ia mendambakan otonomi – kebebasan dalam bekerja. Bebas berkreasi, bebas menentukan jam kerja, bebas menentukan dengan siapa bekerja, bebas menentukan bagaimana mengerjakannya. Ini adalah sebuah bayangan yang sangat menarik untuk dikejar. Sayangnya, otonomi tanpa modal karier adalah kebebasan semu. Kebebasan yang tidak akan bertahan lama. Anda menikmati kebebasan, tapi tidak mampu membeli makan. Kunci otonomi sebenarnya adalah dengan memiliki modal karier yang cukup. Dengan menguasai keahlian yang langka dan berharga. Saat ini tercapai, Anda tidak akan kehabisan project, tawaran, atau pesanan. Orang akan mencari Anda, karena Anda terlalu berharga untuk diabaikan.

The Law of Financial Viability

Maka saat Anda mengejar otonomi, Anda perlu memperhatikan Hukum Kesinambungan Finansial[2]: lakukan sesuatu yang membuat orang mau membayar Anda. Derek Siver pernah berkata: “Jika Anda berjuang untuk mengumpulkan dana demi mewujudkan sebuah ide, atau berpikir akan meyokong ide Anda dengan pekerajaan lain, maka Anda perlu berpikir ulang mengenai ide tersebut.” Jika memang ide Anda berharga, atau apa yang Anda lakukan bernilai, orang akan mau membayar Anda. Bagaimana mengetahuinya? Uji ide Anda dengan proyek-proyek kecil. Proyek yang bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari satu bulan. Cari bukti: apakah orang benar-benar mau membayar apa yang Anda lakukan? Jika Anda menemukan buktinya, lanjutkan. Jika tidak, berhentilah dan carilah aktivitas lain.

Ini bukan berarti kita hanya berorientasi pada uang. Namun, kita perlu jujur, uang adalah indikator netral dari nilai. Indikator bahwa apa yang kita lakukan memang layak. Maka, fokuslah menciptakan atau melakukan sesuatu yang bernilai dan orang akan mau membayar Anda. Jadilah seseorang yang bernilai, berharga sehingga orang membutuhkan Anda. Jika Anda bisa melakukan sesuatu yang bernilai, orang akan mencari Anda. Tentu saja, untuk mencapai ke sana Anda perlu menginvestasikan waktu dan energi Anda. Anda perlu kesabaran. Perjalanannya panjang, hitungannya puluhan tahun, bukan minggu atau bulan. Pertanyaannya: bersediakah Anda membayar harganya?

[1] Steven Johnson meminjam istilah The Adjacent Possible (kemungkinan yang berdekatan) dari Stuart Kauffman seorang ahli biologi. Teori ini menjelaskan bagaimana makhluk hidup berevolusi secara bertahap. Bahwa kehidupan masa depan terbentuk berdasar pola-pola yang ada sebelumnya. Bahwa sesuatu yang baru sebenarnya hanyalah kombinasi dari pola-pola yang sudah ada.

[2] Newport, Cal. So Good They Can’t Ignore You: Why Skills Trump Passion in the Quest for Work You Love. Grand Central Publishing, Hachette Book Group 2012