Simplification: Seni Menyederhanakan Hidup

Saya penggemar tulisan-tulisan dari Leo Babauta. Salah satu buku beliau yang saya suka adalah Less is More. Entah mengapa saya menyukai buku ini. Mungkin karena memang momennya pas, saya baca saat kehidupan dan pekerjaan saya terasa begitu kompleks. Ketika begitu banyak hal yang terasa perlu dikerjakan, ketika begitu banyak tujuan yang ingin diwujudkan. Beruntung setelah menemui buku ini, keruwetan hidup saya berangsur-angsur mulai berkurang. Hidup yang sederhana adalah hidup yang bahagia.

Dari apa yang saya baca, untuk menyederhanakan hidup kita perlu menyederhanakan tiga hal.

Pertama, menyederhanakan tujuan.

Kedua, menyederhanakan komitmen.

Ketiga, menyederhanakan arus informasi yang memapar kita.

Mari kita bahas.

Menyederhanakan Tujuan

Menyederhanakan tujuan bukan berarti menurunkan target Anda. Menyederhanakan tujuan artinya kita perlu fokus ke satu tujuan yang paling berdampak dalam hidup kita dan mengabaikan tujuan lainnya. Mengabaikan di sini bukan berarti kita melupakannya, kita cukup simpan di daftar WISHLIST atau MAYBE LIST kita.

Apa yang saya lakukan di sini?

  • Saya memilah berbagai tujuan saya. Kemudian fokus pada satu tujuan besar yang bisa saya capai dalam 12 pekan ke depan.
  • Setiap pekan saya hanya fokus pada satu tujuan paling berdampak di pekan itu.
  • Saya masih menuliskan mimpi, rencana, ide-ide dan keinginan-keinginan saya di daftar MAYBE LIST yang saya punya.

Menyederhanakan Komitmen

Menyederhanakan komitmen artinya mengurangi beban yang kita pegang saat ini. Tidak berjanji ketika merasa tidak bisa menepatinya. Mengatakan tidak pada hal-hal yang menyimpang dari tujuan kita. Mengurangi peran dan tanggung jawab kita sehingga kita lebih optimal pada peran yang menjadi fokus kita.

Apa yang saya lakukan?

  • Saya mendelegasikan tugas-tugas yang low-impact ke orang lain.
  • Saya memilih ulang peran yang akan saya jalani.
  • Saya menegosiasikan ulang beberapa peran yang saya pegang.
  • Saya fokus pada peran yang menguatkan strengths

Menyederhanakan Arus Informasi

Menyederhanakan arus informasi artinya melindungi otak kita dari berbagai informasi yang mungkin mendistraksi kita. Apa yang saya lakukan di sini?

  • Saya memutuskan hanya menyentuh HP dan menjawab chat 3x setiap hari.
  • Saya unfollow semua teman di Facebook (hapunten).
  • Saya tidak membuka link dari blog/website yang tidak jelas.
  • Saya menganggap semua BC di WA adalah hoax sehingga saya memutuskan untuk tidak membacanya.
  • Saya melakukan unsubscribe pada 90% email subscription saya. Saya hanya bertahan pada email subscription yang benar-benar bernilai.
  • Saya menggabungkan email dari email subscription menjadi satu email masuk (saya menggunakan aplikasi unroll.me).
  • Saya memutuskan hanya membuka email 1x setiap hari.
  • Saya membuat kebijakan Zero Inbox untuk email saya. Artinya setiap email yang sudah dibuka, langsung saya tindak lanjuti: hapus, kerjakan, jadwalkan, delegasikan atau arsipkan.

Refleksi Akhir

Apakah kemudian hidup saya lebih sederhana setelah melakukan itu semua? Ya, saya merasa demikian. Apakah berat? Awalnya iya, setelah dijalani ternyata mudah. Apakah saya selalu konsisten? Tidak, kadang saya masih suka membuat hidup saya ribet, but this is life kan?